553 Warga Miskin di Jateng dan DIY Terima Sambungan Listrik Gratis

GM PLN UID Jateng dan DIY Feby Joko Priharto, secara simbolis menyalakan listri gratis di rumah warga, di di Dusun kambangan rt.03 rw.13 Desa Gondoriyo Kabupaten Semarang.(Dok.PLN)

SEMARANG – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta melakukan penyambungan listrik gratis bagi 553 masyarakat tidak mampu yang tersebar di Wilayah Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta.

Penyambungan ini merupakan hasil ajang PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020 yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-75.

Acara simbolis penyambungan listrik dilakukan pada Rabu, (28/10) oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Feby Joko Priharto. Sebelumnya ia juga turut berpartisipasi dalam ajang PLN VCRR 2020 dengan menyelesaikan bersepeda 75 Km.

Baca juga: Peringati Hari Listrik Nasional, PLN Santuni 75 Ribu Anak Yatim dan Duafa 

“Alhamdulillah kita berkesempatan untuk menyalakan salah satu pelanggan yang berhak, tentunya yang belum berlistrik. Kita berikan listrik secara gratis mulai dari instalasi, sertifikasi, dan pasang barunya,” ujar Feby melalui keterangan tertulisnya yang diterima Metrosemarang.com, Sabtu (31/10).

Ia berharap listrik yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima bantuan.

Sampai dengan saat ini, telah terkumpul dana sebesar Rp 394.012.500,- yang merupakan konversi dari hasil jarak lari dan sepeda yang telah diselesaikan oleh peserta PLN VCRR 2020.

Baca juga: Kerja Keras Bangun Kelistrikan, Markpulus Beri Penghargaan GM PLN UID Jateng dan DIY

Sebelumnya pada Kamis, (22/10) PLN UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta juga menyerahkan bantuan pemasangan listrik gratis secara simbolis kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin di Rumah Dinas Bupati Magelang.

Setiap penerima bantuan mendapatkan penyambungan listrik secara gratis termasuk dengan instalasi listrik dalam rumah dan sertifikat laik operasi.

“PLN VCRR sendiri merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja kapan saja dan dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal,” imbuh Feby.

Baca juga: PLN Peduli, Bantu Jamban Warga Wonosalam

Dengan mengangkat tema “Energimu Cahaya Bagiku”, peserta akan diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda. Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda akan dikonversikan dalam bentuk rupiah, yaitu sebesar Rp. 40.000,- untuk lari dan Rp. 35.000,- untuk sepeda.

Hasil konversi digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu dengan daya 450 VA di seluruh Indonesia.

You might also like

Comments are closed.