Penertiban Cantrang Pengaruhi Laju Ekspor Ikan ke Luar Negeri

METROSEMARANG.COM – Penertiban cantrang sebagai alat tangkap ikan telah mempengaruhi laju ekspor ikan segar di Jawa Tengah. Meski tak diketahui secara pasti berapa banyak penurunannya, akan tetapi menurut pihak Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Kelas II Semarang, terdapat pengaruh yang cukup signifikan terhadap hasil tangkapan ikan para nelayan di lautan lepas.

Ilustrasi perahu nelayan. Penertiban cantrang turut memengaruhi ekspor ikan segar.
Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Balai KIPM Kelas II Semarang, R Gatot Perdana mengatakan, situasinya diperparah dengan anomali cuaca yang memicu musim kemarau panjang di wilayahnya.

“Perubahan musim sangat berpengaruh pada tangkapan ikan dan udang. Apalagi sempat ada moratorium dan penertiban izin alat tangkap. Tapi secara umum ekspornya stabil sambil kita mempercepat proaes sertifikasi ekspornya,” ungkap Gatot, di kantornya kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (6/9).

Ia menambahkan untuk menggenjot ekspor ikan, pihaknya kini semakin mempercepat pelayanan antar stackholder. Salah satunya dengan menaikan kualitas pengujian mutu dan kualitas perikanan.

Di sektor lalu lintas komoditi perikanan, kata Gatot juga dilakukan pengawasan ekstra ketat. Pihaknya menerapkan sertifikasi kesehatan ikan. Sehingga ikan yang hendak diekspor dijamin bebas penyakit serta bermutu tinggi.

“Sebab, kualitas ikan itu sangat berpengaruh pada negara tujuan. Jika tidak diawasi ketat (proses pengirimannya) maka dikhawatirkan ditolak oleh negara-negara tujuan. Kami sebagai alat kontrol secara periodik melakukan inspeksi ke semua perusahaan ikan,” bebernya. (far)

You might also like

Comments are closed.