Curi 9 Ton Beras Tiap Minggu, Ini Modus Pencurian Beras Bulog Senilai Rp 6 Miliar

METROSEMARANG.COM – Penyidik Pidana Khusus Kejati Jateng mengungkap modus dugaan korupsi beras Rp 6 miliar di gudang bulog Randugarut, Semarang. Sejauh ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Juru Timbang Bulog, Nurul Huda.

Pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Randugarut. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Berdasarkan penyidikan sementara, kasus yang mencoreng Bulog Divisi Regional Jawa Tengah itu sudah berlangsung selama setahun dengan total kerugian beras mencapai 697.653,83 Kg atau hampir 7 Ton beras dengan nilai perkiraan Rp 6 miliar lebih.

Modus yang digunakan pun tergolong cerdik. Oknum Bulog nakal tersebut mencuri beras secara bertahap.

Pencurian dilakukan 3 kali seminggu. Praktik pencurian tersebut juga diduga  melibatkan buruh dari luar berinisial AT, TA, E, serta R. Setiap beraksi para pelaku ini mengambil 3 ton beras, artinya dalam seminggu 9 ton beras hilang dicuri dari gudang.

“Pencuriannya memang dilakukan bertahap sejak Juni 2016 hingga Juli 2017,” ucap Kasipenkum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi, Rabu (6/9).

Teknik yang digunakan yakni dengan mengelabuhi susunan beras. Para pelaku membuat gorong-gorong di tumpukan yang membuat tumpukan terkesan penuh.

Aksi pencurian ini terungkap setelah ada laporan internal Bulog pada 4 Juli 2017. Dua puluh hari kemudian kasus dugaan korupsi ini resmi ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Ironisnya, beras-beras yang dicuri itu merupakan Beras Rastra dan Beras Cadangan darurat untuk warga miskin.

“Huda kemarin kita tahan untuk mempermudah penyidikan. Hari ini Kasubdivre Bulog Semarang juga kita periksa sebagai saksi,” terang Sugeng. (yas)

You might also like

Comments are closed.