Cuaca Ekstrem, Nelayan Demak Berhenti Melaut

METROSEMARANG.COM – Nelayan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak tidak melaut karena cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat nelayan tidak mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.

Nelayan Demak terpaksa berhenti melaut gara-gara cuaca ekstrem. Foto: metrojateng.com

Matori (80), seorang nelayan Desa Morodemak mengaku sudah lebih dari dua pekan tidak melaut. Gelombang ombak yang tinggi sangat berisiko bagi nelayan saat mencari ikan di tengah laut.

“Anginnya kencang dan membawa ombak tinggi, itu sangat berbahaya bagi nelayan,” katanya, Rabu (6/9).

Selain khawatir terhadap ancaman ombak, nelayan yang nekat melaut juga hanya akan mendapat ikan sedikit. Sehingga, penjualan hasil tangkapan tidak dapat menutup modal melaut.

“Udang yang biasanya mudah dan banyak saja, untuk saat ini sulit. Ya, mending di rumah menganggur dari pada melaut tidak dapat ikan, berbahaya lagi,” lanjutnya.

Abdul Rois (39), nelayan lain menambahkan, cuaca ekstrem seperti ini biasa disebut “padang bulan”. Banyak ikan berada di dasar laut.

“Kalau memaksa melaut tetap sulit mendapatkan ikan. Padahal kalau cuaca normal di sini banyak ikan tongkol, teri dan udang,” papar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Rois menjelaskan, banyak nelayan yang bekerja serabutan. “Ada yang bekerja tukang bangunan, buruh tani, ada juga yang terpaksa hutang,” pungkas dia. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.