Sumber Air Mengering, 300 KK Deliksari Krisis Air Bersih

METROSEMARANG.COM – Sekitar 300 kepala keluarga di Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Sendang Gayam di daerah itu yang selama ini menjadi sumber air bersih warga debitnya berkurang.

Warga Deliksari mulai kesulitan memeroleh air bersih. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Warga sekitar hanya bisa mengandalkan air bersih dari Sendang Gayam tersebut. Sebab sumber lainnya sebuah sumur umum dengan kedalaman 6 meter yang ada di tempat itu sudah mengering. Setiap satu jam airnya hanya keluar satu ember. Untuk mendapatkan air sendang, warga juga membelinya dari penjual keliling.

”Kalau mengambil sendiri jaraknya jauh 3 kilometer dan harus antre, sedangkan kalau beli harganya satu rit 4 jeriken isi 10 liter air hanya Rp 8 ribu (Rp 2 ribu per jerigen, red). Setiap hari butuh dua rit, tapi hanya bisa beli 2 hari sekali,” kata seorang warga RT 2 RW 6 Deliksari, Jariyatun, Kamis (7/9).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga juga kadang membeli air galon atau air isi ulang dengan harga Rp 3.500-4.000. Namun biasanya warga lebih memilih air sendang karena rasanya dinilai lebih enak daripada air galon.

Tandon-tandon air yang ada di lingkungan warga juga kering, sama sekali tidak ada airnya. Karena biasanya tandon diisi air dari sendang namun saat ini sendang sendiri debit airnya turun drastis.

”Kesulitan air bersih ini sudah mulai 3 bulan lalu, namun belum ada bantuan dari siapapun,” tambah Jariyatun.

Ana Sumardani, warga Deliksari lainnya, mengatakan kesulitan air bersih ini sudah terjadi bertahun-tahun setiap musim kemarau. Dirinya sudah tinggal di Dekiksari selama 29 tahun. Setiap kali mengalami kesulitan air bersih, dirinya hanya bisa mencuci pakaian dua hari sekali dan mencuci piring hanya pada sore hari. (duh)

You might also like

Comments are closed.