Makin Langka, Elpiji Melon di Kendal Tembus Rp 25 Ribu

METROSEMARANG.COM – Warga Kabupaten Kendal sudah tiga minggu terahir  mengeluh kesulitan mencari gas elpiji 3 kg atau elpiji melon. Akibatnya harga elpiji melon melonjak  mencapai Rp 22-25 ribu.

Ilustrasi. Kelangkaan elpiji melon terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Foto: dok metrojateng.com

Salah satu warga Cepiring, Damariyah (45) mengatakan, sudah sebulan terahir warga di kampungnya kesulitan mendapatkan gas elpiji 3kg, akibatnya sempat kesulitan saat memasak.

Menurut Damariyah, dirinya yang berprofesi sebagai pedagang makanan sering kesulitan mendapatkan elpiji 3kg, akibatnya banyak pesanan tidak bisa dikerjakan dan dirinya mengalami kerugian yang cukup besar. “Kalaupun mendpatkan gas elpiji jaraknya jauh dan harganya sangat mahal,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Maryati (30) warga Petebon. Sudah tiga minggu terahir dirinya kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. “Sudah carinya sudah harganya juga mahal, kalau hari-hari biasa hargnya dibawah Rp 20 ribu sekarang rata-rata diatas Rp 20 ribu,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Sukron Syamsul Hadi saat dikonfirmasi melalui Kabid Perdagangan Purwantari mengaku, pihaknya sudah menerima kabar tersebut dan berkoordinasi dengan Pertamina. “Setiap bulan besar banyak orang punya hajat setiap sehingga permintaan menjadi naik dan mengakibatkan gas menjadi langka,” ujarnya.

Dikatakan, sebenarnya pihaknya sudah meminta penambahan stok 4 persen untuk seminggu sebelum dan sesudah Idul Adha, namun karena sekarang langka akhirnya diminta penambahan lagi. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.