Antisipasi Penimbunan, Polisi Sidak Agen Elpiji di Semarang Timur

METROSEMARANG.COM – Antisipasi adanya penimbunan elpiji bersubsidi atau elpiji melon, jajaran Polsek Semarang Timur lakukan sidak ke sejumlah agen di wilayahnya, Jumat (8/9) siang. Dalam sidak tersebut tidak ditemukan tindak kecurangan yang menyebabkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Polisi melakukan sidak di agen elpiji di wilayah Semarang Timur, Jumat (8/9). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Pada hari ini kami melakukan pengecekan untuk mengantisipasi penimbunan. Dalam hal ini karena sudah ada imbauan pemerintah bahwa akan ada pergantian tabung elpiji dari yang menggunakan 3 kilo ke 5,5 kilo atau 12 kilo,” kata Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna.

Selain itu, ia juga mengatakan gas elpiji 3 kilo atau elpiji melon merupakan subsidi untuk masyarakat miskin. Sehingga pihaknya akan terus melakukan pengawasan, baik kepada agen maupun pembeli.

Untuk saat ini di wilayah Semarang Timur memang tidak ditemukan adanya kecurangan baik dari agen maupun pengecer. Agil berharap ke depan situasinya masih kondusif seperti yang terjadi saat ini.

Salah satu agen yang menjadi sasaran sidak adalah PT. Julian Putra Mandiri yang terletak di Jalan Barito, Kota Semarang. Pemilik PT. Julian Putra Mandiri, Trianto Cahyo Legowo mengatakan pihaknya telah mendistribusikan elpiji 3 kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

“Dapat jatah 8 truk tiap hari. Per truk sekitar 560 tabung, tapi sejak Idul Adha kemarin permintaan masyarakat meningkat. Jadi kadang kalau sudah meningkat seperti ini ada penambahan kuota dari Pertamina,” ujar Trianto.

Ia juga mengaku menjual gas elpiji 3 kilogram eceran di tempatnya. Namun ia memastikan setiap pembeli hanya boleh membeli satu tabung gas saja dalam sekali beli.

Menurut dia, sejumlah konsumen di wilayah Semarang Timur sudah mulai beralih ke tabung 5,5 kilo. “Jadi nanti bisa ditrade in, dengan menukarkan dua tabung gas elpiji 3 kilogram ditambah dengan uang Rp 105 ribu untuk mendapatkan gas yang 5,5 kilogram. Sekarang di sini sudah mulai meningkat yang pakai gas elpiji 5,5 kilogram,” pungkasnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.