Tambah Daya Gedor, PSIS bakal Datangkan Penyerang Anyar

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang dipastikan bakal mendatangkan penyerang anyar sebelum bergulirnya babak 16 besar Liga 2. Kehadiran striker baru tersebut diharapkan bisa mendongkrak produktivitas lini serang Mahesa Jenar yang kerap buntu memproduksi gol.

Erik Dwi masih memimpin top skor PSIS bersama Melcior Majefat. Manajemen Mahesa Jenar bakal mendatangkan penyerang anyar untuk menambah daya gedor di babak 16 besar. Foto: metrosemarang.com

Barisan penyerang PSIS memang sering menjadi sasaran kritik sejak awal musim. Dengan pakem dasar 4-2-3-1, head coach Subangkit biasa memainkan Johan Yoga, Erik Dwi Ermawansyah atau Hari Nur sebagai penyerang tunggal.

Pada lima laga pertama, Johan selalu jadi pilihan utama. Top skor Indonesia Soccer Championship (ISC) B itu hanya sanggup menjaringkan sebiji gol. Produktivitas PSIS kala itu juga tidak terlalu bagus, yakni tujuh gol.

Setelahnya Subangkit lebih memilih Erik Dwi sebagai tumpuan di lini depan, bergantian dengan Hari Nur. Torehan gol PSIS pun berangsur membaik.

Masuknya Melcior Majefat di paruh kedua juga memberi kontribusi terhadap produktivitas lini serang Mahesa Jenar. Eks penggawa Persiba Balikpapan itu sudah mendonasikan empat gol dalam enam penampilan dan menjadi top skor klub bersama Erik.

Sampai menjelang berakhirnya fase grup, Haudi Abdillah cs sudah 24 kali menjebol gawang lawan dan hanya kemasukan enam gol. Statistik itu masih mungkin berubah karena PSIS akan memainkan laga pamungkas kontra Persiba Bantul, 11 September mendatang.

Meski produktivitas gol pasukan Subangkit semakin membaik, CEO PSIS Yoyok Sukawi mengisyaratkan bakal menambah pemain baru untuk mengisi pos lini depan. Sejauh ini sudah ada tiga nama yang dibidik.

“Calon striker baru sudah ada tiga pemain yang kami nego. Salah satunya dari tim Liga 1 dan sampai saat ini proses negosiasi sudah sekitar 75 persen,” kata dia, Jumat (8/9).

Selain penyerang, manajemen juga membidik beberapa nama untuk mengisi posisi fullback dan stopper. “Pemain-pemain baru ini tentu saja harus punya kualitas di atas pemain PSIS,” tegasnya.

Menurut Yoyok, timnya harus bergerak cepat dalam proses pendekatan dengan pemain incaran. “Nantinya ada 16 tim yang akan bersaing mendapatkan pemain baru, sehingga kami harus cepat bergerak. Kami juga siap jika harus lewat prosedur transfer,” urainya.

Kehadiran pemain-pemain baru tersebut diharapkan bisa meningkatkan level permainan skuad polesan Subangkit. Namun, Yoyok tak ingin pengalaman buruk di ISC B 2016 kembali terulang.

Tahun kemarin PSIS menggaet enam pemain baru untuk bertarung di babak 16 besar. Tapi, hasilnya justru di luar ekspektasi. Mahesa Jenar gagal melaju ke fase 8 besar.

“Kali ini kami harus lebih berhati-hati terkait strategi transfer. Tentunya kami ingin meningkatkan kualitas tim, mengingat persaingan di babak 16 besar bakal semakin berat,” tutur Yoyok. (twy)

You might also like

Comments are closed.