Ketua DPRD Ingin soal Agung BM Diselesaikan di Internal PKS

METROSEMARANG.COM – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menilai polemik usulan pergantian pimpinan dewan dari PKS sebenarnya masalah internal partai itu sendiri. Namun kemudian dilempar ke pimpinan dewan sehingga seolah-olah pimpinan dewan yang menghambat proses pergantian.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi memberikan sambutan pada buka puasa bersama, beberapa waktu lalu. Supriyadi meminta persoalan Agung BM diselesaikan di internal PKS. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Sebetulnya kan itu masalah internal partai yang kami sendiri gak tau, harusnya persoalan seperti itu harus selesai dulu di tingkat internal jangan terus masalah itu dilempar ke pimwan, yang seolah-olah pimwan menghambat,’’ katanya, Jumat (8/9).

Supriyadi mengatakan, kalau dilihat dari kelembagaan dewan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono yang diusulkan PKS untuk diganti, tidak pernah ada masalah dengan anggota dewan lainnya. Apalagi melanggar aturan sumpah, janji, dan jabatan anggota dewan.

‘’Artinya di internal PKS berarti ada sesuatu atau pihak internal yg menginginkan rotasi (terhadap Agung BM) tersebut terjadi,’’ jelasnya.
Dia menerangkan, dalam aturan pimpinan DPRD dapat berhenti dari jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir hanya karena 4 hal. Yakni karena meninggal dunia, mengundurkan diri, diberhentikan sebagai anggota DPRD, atau diberhentikan sebagai pimpinan DPRD.

Dalam hal diberhentikan sebagai pimpinan DPRD, apabila yang bersangkutan melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPRD berdasarkan keputusan Badan Kehormatan. Atau diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

‘’Kalau saya pribadi sudah menindaklanjuti dari awal, gak ada yang menghambat, tapi kalau pimpinan dewan itu kan sifatnya kolektif kolegial, harus sepakat semua,’’ imbuh Supriyadi.

Dia menegaskan, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan lagi untuk menyamakan persepsi. Namun rapat pimpinan itu akan digelar setelah tiga wakil ketua DPRD yang semuanya sedang melaksanakan ibadah haji, sudah pulang semua.

‘’Pimpinan kan ada 4 orang, misalkan (nanti) tanpa Agung BM kalau (memang) sudah sepakat (diganti) selesai,’’ katanya.

Dia juga kembali menegaskan, PKS harus melakukan komunikasi dengan semua pimpinan dewan. Diakui kalau komunikasi dengan dirinya sudah berulangkali dilakukan, tapi juga harus melakukan komunikasi dengan pimpinan lainnya. ‘’Kalau dengan saya sudah berulangkali, tapi dengan yang lainnya saya gak tau,’’ tandasnya.

Seperti diketahui, DPD PKS Kota Semarang telah mengrim surat usulan pergantian Agung BM dari posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang. Agung BM diusulkan diganti oleh Ari Purbono, yaitu Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang yang sekaligus sebagai Ketua DPD PKS Kota Semarang.

Namun PKS Kota Semarang mempertanyakan sikap Pimpinan DPRD Kota Semarang, karena sampai sekarang surat usulannya yang telah disampaikan sejak 31 Mei 2017 lalu belum juga ditindaklanjuti. PKS mengharapkan DPRD Kota Semarang segera menggelar sidang pergantian pimpinan dewan. (duh)

You might also like

Comments are closed.