Lahan Bersengketa, Warga Bulusan Minta Hendi Turun Tangan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang meminta bantuan Pemkot Semarang untuk menyelesaikan sengketa tanah lapangan yang melibatkan oknum Yayasan Sapta Prasetya.

Warga Bulusan menolak penggususuran lapangan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Rusdi, Ketua LPMK Kelurahan Bulusan mengatakan oknum Yayasan Sapta Prasetya selama ini telah sewenang-wenang mengklaim kepemilikan atas tanah lapangan yang ada di dekat kelurahannya.

Padahal, menurutnya itu milik warga sejak lama. “Warga Bulusan yang menghendaki dan menuntut supaya aset ini (lapangan Bulusan) kembali ke Pemkot dan pemanfaatannya untuk digunakan lapangan atau kepentingan umum,” cetusnya saat menggelar unjuk rasa di kelurahannya, Minggu (10/9).

Sembari berunjuk rasa bersama warga lainnya, ia pun memprotes keras atas apa yang dilakukan pihak yayasan terhadap aset yang ada di wilayahnya. Ia menolak klaim sepihak yang dilontarkan oknum yayasan bahwa lapangan Kelurahan Bulusan bukan milik Yayasan Sapta Prasetya.

“Yang jelas kami bersama-sama berjuang dan berusaha keras bagaimana caranya tanah lapangan ini pemanfaatannya untuk warga dan kepentingan umum, bukan diklaim milik yayasan,” tegasnya.

Ia mendesak agar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi turun tangan untuk menyelesaikan konflik tanah tersebut.

Ia berharap Hendi lekas memasukkan tanah lapangan Bulusan menjadi aset pemkot. “Pak wali sebaiknya membangun tanah tersebut menjadi lapangan atau ruang publik,” kata Rusdi.

Ketua RW 05 Bulusan, Ibnu Pratikto membeberkan kasus sengketa anah tersebut. Selama ini lapangan Bulusan tersebut berstatus tanah bengkok.

Makanya, lanjut Ibnu seharusnya tetap dipertahankan sebagi aset pemkot dan bukan untuk dialihkan untuk kepemilikan yayasan.

“Tuntutan kami sudah jelas yakni kembalikan tanah lapangan ini pada aset pemkot. Karena kabarnya tanah ini mau disertifikatkan dan akan dijual. Lebih baik kan peruntukannya untuk warga atau ruang publik,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan pihak kelurahan saat ditelusuri sejak 12 September 1991, tanah lapangan seluas 10.000 meter persegi di lingkungan RW 05 Bulusan. Namun berdasarkan surat pengurus Yayasan Sapta Prasetya Semarang No.YSPS/07/2017 tanggal 13 Maret 2017 tanah lapangan kelurahan Bulusan tinggal 3.925 meter persegi. (far)

You might also like

Comments are closed.