“Serdadu”, Bazar Khusus untuk Menampung Barang Bekas

METROSEMARANG.COM – Keprihatinan terhadap semakin bertambahnya barang tak terpakai, dua perempuan asal Semarang mengadakan bazar barang-barang bekas. Keduanya yakni Ani Wulandari dan Rani Nelasari, yang bertujuan untuk mewadahi masyarakat menjual kembali barang-barang mereka yang tak terpakai.

Bazar barang bekas

Acara bertajuk Serdadu (Serba Dadi Duit) ini digelar selama tiga hari mulai Jumat (8/9) hingga Minggu (10/9). Ada berbagai macam barang yang dijual dalam bazar tersebut, mulai dari sepatu, celana, baju, hingga berbagai aksesoris untuk pria maupun wanita.

“Ya kan saat ini semakin banyak barang bekas yang tak terpakai kan Mas, atau pun yang punya barang baru tapi sama sekali belum dipakai dan bingung mau ngejual lagi gimana caranya. Makanya kami ingin mewadahi mereka dengan membuat bazar ini,” ujar Ani.

Selain itu, ia juga ingin merekatkan hubungan antar komunitas di Semarang khususnya. Pasalnya ia tak membatasi bagi siapa saja yang ingin ikut menggelar lapak di acara yang diinisiasi bersama satu rekannya tersebut.

Menurutnya semakin banyak yang menggelar lapak dengan berbagai jenis barang dagangan, disitu akan terjalin komunikasi, baik antar pengunjung maupun pelapak.

Namun untuk saat ini baru ada sekitar tujuh pelapak yang bergabung dalam Serdadu. Sebagian besar barang yang dijual oleh para pelapak merupakan barang-barang yang diperuntukkan untuk wanita, seperti gamis, jaket, sepatu, dan aksesoris. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu.

“Ya saya harap kedepan yang ikut bisa dari kalangan mana aja, misal komunitas anak skate ya bisa ikut dengan menjual barang-barang secondhand (bekas) milik mereka, begitu juga dengan komunitas-komunitas lain dan tidak hanya untuk perempuan. Soalnya kalau dilihat sekarang ini komunitas-komunitas di Semarang itu susah buat bergabung dengan komunitas lain, mereka berdiri sendiri-sendiri jadi kami ingin menyatukan itu,” imbuh Ani.

Untuk para pelapak yang ingin menggelar lapaknya di bazar tersebut tidak perlu ribet dengan berbagai persyaratan. Hanya dengan Rp 200 ribu dan memposting beberapa barang layak pakai di instagram, mereka bisa mendapatkan tempat untuk menggelar lapak selama tiga hari.

Bazar ini merupakan kali pertama digelar dan dilaksanakan di Kepayon Resto, Jalan Ngesrep Timur V No. 65 Semarang. “Sebenernya tu dulu sudah pernah mas sekitar tahun 2013, dulu nggelarnya di daerah Pleburan dan lumayan ramai, pesertanya juga banyak yang dari luar Semarang, namun beberapa tahun terakhir vakum dan ini baru mau mulai lagi,” beber Ani.

Ani juga mengatakan, dalam penyelenggaraanny ia terkendala oleh pencarian tempat. Beberapa tempat di Semarang menurutnya terlalu mahal untuk mendukung acara-acara yang diselenggarakan anak muda.

“Jadi kalau di Semarang itu kurang support buat anak muda. Tempatnya sih ada banyak tapi hargamya mahal jadi untuk pelaku pelaku indie begini susah untuk menggelar kegiatan,” keluh Ani.

Ia berharap ke depan Pemerintan Kota Semarang bisa menambah banyak ruang berkreasi untuk anak muda. “Ya ke depan semoga banyak yang ikut, dari kalanagan apa saja, dan juga lebih banyak yang suport tempat untuk pemuda berkreasi,” pungkasnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.