Semarang Dinilai Layak Juara Kota Sehat

METROSEMARANG.COM – Tim penilai Lomba Kota Sehat tahun 2017 dari pemerintah pusat akhirnya telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan di beberapa tempat di Kota Semarang. Kota Lumpia ini adalah satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Jawa Tengah di ajang nasional ini.

Tim penilai lomba kota sehat 2017 didampingi Plh Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ketua Forum Kota Sehat, Tia Hendrar Prihadi dan dinas terkait memetik buah jambu kristal di Kebun Buah Cepoko, Gunungpati, Selas sore (12/9). Foto: istimewa

Kegiatan penutupan penilaian lapangan dilakukan di Kebun Buah Cepoko, Kecamatan Gunungpati, yang juga menjadi salah satu tempat yang diverifikasi oleh tim penilai lomba kota sehat, Selasa sore (12/9). Di kebun buah yang menjadi salah satu indikator penilaian kesehatan di sektor pariwisata ini, dilakukan juga kegiatan memetik buah jambu merah dan jambu kristal, yang jadi unggulan Semarang oleh tim penilai.

Didampingi oleh Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi, kepala dinas terkait, Muspika, anggota DPRD Kota Semarang, kelompok tani, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, pimpinan tim penilai lomba kota sehat 2017, Widayanti Mandia mengatakan, dari kegiatan verifikasi lapangan di beberapa di Semarang semua hasilnya memuaskan. Sinergitas antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat sekitar dalam melaksanakan kegiatan sangat baik. Bahkan, yang mengagumkan keterlibatan warga dalam upaya pemerintah mewujudkan lingkungan yang sehat terbangun karena kesadaran sendiri.

“Saya sempat tanya beberapa kali, ini (disiapkan) karena akan dikunjungi (tim penilai) ya, ternyata bukan. Itu sudah menjadi kegiatan rutin warga. Saya minta datanya, ternyata juga bisa dipenuhi dengan cepat dan lengkap,” katanya.

Menurut Widayanti Mandia, di Semarang para lansia juga diperhatikan dengan sebagaimana harusnya. Karena itu dirinya sangat bangga keberhasilan Semarang mewujudkan kota yang sehat mulai terlihat.

“Tapi keputusan kota mana yang akan menang sebagai Kota Sehat 2017 bukan kami bertiga yang mutuskan, tapi keputusannya dilakukan dalam rapat pleno, jadi berdoa saja Semarang yang menjadi juara,” katanya.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi mengatakan, selama dua hari mendampingi tim penilai, apa yang disajikan oleh masyarakat adalah apa adanya. Tidak dipoles tapi adalah murni dari greget masyarakat untuk memiliki lingkungan dan kota yang sehat.

“Diharapkan, apa yang disajikan pemerintah kota dan masyarakat dapat membuat harapan Semarang sebagai kota sehat terwujud. Sehingga kami bisa memenangi penghargaan Wiwerda 2017,” katanya.

Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan, sangat bersyukur verifikasi lapangan akhirnya selesai dilakukan oleh tim penilai. Ia mengatakan yang dilihat tim penilai tidak mengada-ada, karena itu harapannya Semarang bisa diputuskan sebagai juara satu Lomba Kota Sehat 2017 tingkat nasional dalam rapat pleno.

“Tapi apapun hasilnya ini sudah kewajiban kita Pemkot Semarang, FKK, dan masyarakat untuk mewujudkan Semarang sehat. Warganya sehat-sehat dan waras-waras,” tandasnya.

Ia mengakui, pihaknya telah memberikan data yang lengkap kepada tim penilai. Di antaranya data yang diminta yaitu data kesehatan, data pendidikan, data pariwisata, data UKM dan kampung tematik.

Dalam penilaian untuk memperoleh penghargaan Wiwerda 2017 ini sendiri, indikator yang dinilai di antaranya di bidang permukiman dan sarana prasarana sehat, sehat mandiri, pariwisata sehat, serta ketahanan pangan dan perbaikan gizi. (duh)

You might also like

Comments are closed.