Tagih Pesangon, Zul cs Tega Habisi Juragan Garmen

METROSEMARANG.COM – Tak sampai sepekan, polisi berhasil mengungkap kasus perampokan sadis yang menewaskan pasangan suami istri juragan garmen. Tiga pelaku yang merupakan mantan karyawan korban dibekuk di Grobogan, Selasa (12/9). Polisi juga menembak mati satu pelaku yang menjadi otak perampokan.

Dua tersangka pembunuhan juragan garmen. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Ketiganya yakni Ahmad Zulkifli alias Zul, Engkus Kuswara alias EK, dan Sutarto alias ST. Mereka ditangkap di Hotel dan Karaoke Harmoni Indah, Grobogan, Selasa (12/9) lalu sekitar pukul 19.00. Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Subdit III Resmob dan Subdit VI Ranmor Polda Metro Jaya dibantu Tim Jatanras Polda Jateng dan Unit Resmob Polres Grobogan.

Kasubdit VI Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari terungkapnya identitas korban pasutri atas nama Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur oleh Tim Inafis Polres Pekalongan.

Kemudian dilakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap beberapa saksi sehingga membuahkan hasil yang mengarah kepada ketiga tersangka tersebut yang juga merupakan orang yang dekat dengan korban.

“Dua di antaranya sangat dekat dengan korban karena pernah bekerja di pabrik garmen milik korban. Zul merupakan sopir korban yang sudah bekerja di tempat korban selama kurang lebih 20 tahun, sedangkan ST merupakan mantan pegawai yang sudah bekerja di pabrik garmen milik korban selama kurang lebih 30 tahun,” ujar Agus saat gelar perkara di RS Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9).

Sedangkan EK, ia merupakan seorang kuli bangunan namun juga pernah bekerja di pabrik garmen milik korban beberapa waktu.

Sedangkan pembunuhan itu terjadi atas dasar rasa dendam yang dirasakan oleh Zul dan ST terhadap korban. Dari pengakuan pelaku, setelah pabrik milik korban tutup sekitar dua bulan lalu, mereka tidak diberi pesangon sama sekali. Sehingga terjadilah pembunuhan itu.

“Sebenarnya awalnya si Zul itu mengajak kedua tersangka lainnya untuk meminta pesangon ke rumah korban, dalam artian datang kerumah hanya untuk bertamu. Nah jika korban tidak mau memberikan pesangon barulah mereka melakukan aksi perampokan, tapi kejadian di lapangan tidak demikian,” ujar Agus.

Saat berangkat ke rumah korban, Minggu (10/9), ketiga pelaku ini memang sudah menyiapkan sejumlah alat seperti dua potong besi, sarung tangan, penutup muka, lakban, dan kabel tis. Lalu dengan menggunakan dua buah sepeda motor menuju rumah korban di Jalan Pengairan Nomor 21 RT 11 RW 06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sesampai di rumah korban sekira pukul 18.00, dengan niatan awal bertamu Zul mengetok pintu dan dibukakan oleh korban Zakiya. Namun, Zul justru langsung menyerang korban. Selanjutnya EK dan ST membantu Zul dengan mengikat korban dan membenturkan kepala korban ke lantai.

Dibungkus Bedcover

Mereka kemudian membawanya ke kamar pembantu dan dipukul menggunakan besi di bagian belakang kepala hingga tewas. Setelah itu, korban dibungkus menggunakan bedcover.

“Saat itu si suami ini sedang menjadi imam di masjid setempat, memang pada saat kejadian waktu maghrib. Dan mengetahui hal tersebut ketiga pelaku ini menunggu si suami pulang, tersangka Zul ini bersembunyi di balik pintu garasi,” ujar Agus.

Saat Husni pulang, Zul langsung menghantamkan besi ke bagian belakang kepala korban hingga tersungkur. EK dan ST kemudian membantu Zul untuk menghabisi korban di dalam rumahnya, saat itu korban sempat melakukan perlawanan.

Setelah itu, kedua korban diikat dan dibungkus menggunakan bedcover. Pelaku kemudian memasukkan kedua mayat tersebut ke dalam bagasi mobil Altis milik korban.

Sebelum meninggalkan rumah itu ketiga pelaku menjarah harta yang ada di dalam rumah korban. “Mulai dari sertifikat-sertifikat, uang tunai, perhiasan, hingga handphone dan lainnya,” imbuh Agus.

Mereka bertiga membawa mobil Altis milik korban, setelah lebih dulu menitipkan sepeda motor. Rencana awal, ketiga pelaku ini akan meletakkan mobil beserta isinya yakni mayat kedua korban di depan rumah korban di Pekalongan. Namun di tengah perjalanan mereka berubah pikiran sehingga mayat korban dibuang di Sungai Klawing, Purbalingga.

Mereka menjual barang bukti emas di Kudus. Usai dilakukan penyisiran dan koordinasi bersama dengan tim Jatanras Polda Jateng dan Unit Resmob Polres Grobogan, ketiga pelaku berhasil diamankan saat sedang foya-foya di karaoke yang ada di Hotel Harmoni Indah.

Namun pada saat pengembangan untuk pencarian barang bukti, salah satu tersangka yakni Zul melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri hingga akhirnya terpaksa ditembak. Otak tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena kehabisan darah.

Dari penangkapan pelaku pembunuhan itu, barang bukti tersebut di antaranya; 1 unit mobil Altis warna silver bernopol B 2161 SBE, uang tunai Rp 100 juta, 15 jam tangan berbagai merek, tiga unit kamera, beberapa sertifikat tanah, 6 buku tabungan, beberapa lembar cek, 7 unit HP, 4 buah BPKB dan dua buah cincin besar.

Kini kedua pelaku dikenai Pasal 365 junto 340 yakni tentang pembunuhan berencana. Keduanya diamankan dan dibawa sebagai tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (fen)

You might also like

Comments are closed.