Talam, Si Ketan Durian Khas Thailand yang Lumer di Mulut

METROSEMARANG.COM – Festival makan-makan bertajuk Lezaatnesia yang diinisiasi Komunitas Kuliner Semarang memang sudah selesai digelar di pelataran Mal Sri Ratu, Jalan Pemuda Semarang.

Talam khas Thailand. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Tetapi, sebagian masyarakat Semarang rupanya masih terngiang pada ragam menu yang tersaji di lokasi tersebut. Bahkan, ada pula yang berburu menu-menu di luar acara setelah Festival Lezaatnesia usai.

Firdaus Adinegoro, Ketua Komunitas Kuliner Semarang, mengatakan dari sekian banyak menu festival, orang-orang masih penasaran pada satu kudapan unik yang bernama talam.

“Keberadaan talam ini sebenarnya buah kecelakaan dari pihak panitia. Karena melenceng dari tema yang dulu kita tampilkan di Lezaatnesia. Sebab, talam merupakan kudapan khas Thailand. Namun karena yang minat sangat tinggi, ya kita izinkan untuk dijual di lokasi festival,” ungkap Firdaus kepada metrosemarang.com, Kamis (14/9).

Talam, kata Firdaus merupakan kudapan berbahan baku daging durian serta ketan putih. Talam juga dapat diolah dari santan dan ketan.

Cara pembuatannya pun gampang. Menurutnya, daging durian dibentuk segi empat dalam wadah daun pisang. Kemudian pada bagian tengahnya diisi ketan yang telah dimasak sedemikian rupa.

Metrosemarang.com yang mencoba talam pun merasakan aroma durian yang kuat pada gigitan pertama. Di dalam mulut, rasanya begitu nikmat karena bercampur dengan isian ketan. “Rasanya lumer di mulut dan sangat cocok jadi kudapan pagi,” sahut Firdaus.

Ia menyebut talam dijual seharga Rp 15 ribu per porsi. Pengunjung bisa mendapatkan sebuah kotak berukuran sedang berisi talam rasa durian maupun santan. “Makanan murah meriah ini kita perkenalkan dalam ajang Lezaatnesia,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.