Daniel Roekito Nantikan Reuni dengan PSIS

METROSEMARANG.COM – Babak 16 besar Liga 2 Grup B akan menyajikan duel sarat emosi. Dua pelatih senior, Daniel Roekito Dan Bambang Nurdiansyah harus melakoni reuni dengan mantan klub yang pernah mereka tukangi, PSIS Semarang.

Daniel Roekito menantikan duel lawan PSIS di babak 16 besar. Foto: dok persibat

Liga 2 hampir merampungkan seluruh pertandingan di putaran grup. Sebagian kontestan babak 16 besar juga sudah diketahui. Termasuk wakil-wakil dari Grup 1-4 yang melibatkan PSIS.

Persibat Batang menjadi tim terakhir yang memeroleh tiket ke fase 16 besar dari Grup 3. Tim berjuluk Banteng Alas Roban itu lolos secara dramatis dan mengeliminasi juara Indonesia Soccer Championship (ISC) B PSCS Cilacap.

Persibat lolos sebagai runner up mendampingi PSS Sleman. Di babak selanjutnya, Hapidin cs akan menghuni Grup B bersama PSMS Medan, Persita Tangerang dan PSIS Semarang.

Sukses Persibat tak lepas dari polesan Daniel Roekito. Pelatih kawakan ini didatangkan untuk menggantikan Lukas Tumbuan yang mengundurkan diri usai timnya kalah 1-2 dari tuan rumah Persibas Banyumas di matchday 5.

Saat itu Persibat terseok-seok di papan bawah, dengan hanya mampu memetik satu kemenangan. Namun, peruntungan tim yang bermarkas di Stadion Moch Sarengat itu mulai membaik sejak ditangani Daniel Roekito.

Di bawah kendali eks pembesut Persik Kediri, Persibat sanggup memetik enam kemenangan, sekali imbang dan hanya dua kali kalah. Pada laga pamungkas, Rabu (13/9), mereka menghancurkan tuan rumah Persibangga Purbalingga 3-0.

Hasil tersebut sudah cukup mengantarkan juara Divisi 1 2014 itu melaju ke babak 16 besar, meskipun di saat bersamaan PSCS juga menang atas PSS. Dua tim ini punya poin akhir 24, tapi Persibat unggul head to head atas Laskar Nusakambangan.

Daniel Roekito pun sangat antusias dengan pertemuan lawan PSIS di babak 16 besar. Pelatih 65 tahun itu tak akan larut dalam nostalgia sebagai sosok yang pernah mengarsiteki skuad Mahesa Jenar di era Liga Indonesia IX 2002-2003.

Selain mengorbitkan Julio Lopez, Roekito sukses membawa PSIS finish di papan tengah. “Dulu saya pernah menjadi bagian PSIS dan sekarang harus jadi lawan, tidak masalah. Profesional saja, saya siap memberikan yang terbaik buat tim,” kata dia saat dihubungi metrosemarang.com, Kamis (14/9).

Juru taktik asal Rembang ini justru melontarkan pujian pada PSIS dan menyebut Mahesa Jenar sebagai tim unggulan di babak 16 besar. “PSIS punya materi pemain lebih bagus. Kami tak punya target muluk-muluk di babak 16 besar, karena target awal hanya bertahan di Liga 2 dan itu sudah tercapai,” tandasnya.

Daniel Roekito dan Persibat bakal lebih dulu menjamu PSIS pada 25 September. Selanjutnya mereka gantian berkunjung ke markas Mahesa Jenar pada 11 Oktober.

Selain Daniel Roekito, PSIS juga akan bereuni dengan Bambang Nurdiansyah yang kini menjadi pelatih Persita Tangerang. Eks striker Timnas itu pernah sukses mengantar PSIS sebagai juara 3 Liga Indonesia 2005. Namun dia gagal menghindarkan Tim Ibukota Jateng dari degradasi ketika kembali bergabung di pertengahan musim 2008-2009.

Musim ini Banur, sapaannya berhasil membawa Persita memuncaki Grup 2, mengangkangi Cilegon United dan Perserang Serang. Di babak 16 besar, Pendekar Cisadane lebih dulu menjadi tuan rumah pada 29 September dan selanjutnya away ke Semarang pada 3 Oktober.

Sementara, pelatih PSIS Subangkit menilai tak ada tim unggulan di babak 16 besar. Dia juga mewaspadai Persibat yang berpotensi menjadi tim kuda hitam di Grup B.

“Semua tim punya kans yang sama. Persibat dengan pelatih berpengalaman juga sudah membuktikan bahwa mereka pantas diperhitungkan,” tegasnya.

Musim ini PSIS dan Persibat saling mengalahkan dalam dua laga ujicoba. PSIS menang 3-0 di Jatidiri, namun Alas Roban sukses membalas dengan kemenangan 1-0 di Batang. (twy)

You might also like

Comments are closed.