Dewan Minta Daerah Pinggiran juga Dipasang CCTV

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendukung penerapan sistem ATCS  (Area Traffic Control System) yang terhubung dengan CCTV untuk mendisiplinkan warga dalam berlalu lintas. Namun diharapkan pemberlakukan CCTV tilang bagi para pelanggar lalu lintas ini bisa diterapkan hingga wilayah pinggiran.

Wali Kota Hendi memantau pergerakan arus lalu lintas lewat ATCS di Dinas Perhubungan Kota Semarang. Dewan meminta agar CCTV juga dipasang di wilayah pinggiran. Foto: metrosemarang.com/dok

”CCTV tilang di beberapa ruas jalan membantu Kepolisian dan Pemkot untuk membiasakan masyarakat hidup disipilin, tanpa dilihat langsung di lapangan, tapi melalui CCTV mereka bisa mengendalikan warga untuk disiplin berlalu lintas,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Kamis (14/9).

Dia menilai penerapan CCTV tilang merupakan terobosan yang baik dari pemkot untuk mendisiplinkan warga. Melalui sistem ini para pelanggar lalu lintas bisa ditegur langsung melalui pengeras suara, yang dikontrol dari ruang ATCS di Kantor Dishub Kota Semarang.

”Namun penerapan CCTV tilang perlu ditambah di beberapa titik, tidak hanya di beberapa ruas jalan, tapi wilayah pinggiran juga rawan pelanggaran lalu lintas, kejahatan, yang juga bisa diantisipasi melalui sistem ini,” terangnya.

Dia yakin, sistem ini bisa menurunkan tingkat pelanggaran berlalu lintas oleh masyarakat. Jika masyarakat masih nekat melanggar rambu-rambu lalu lintas nantinya tetap harus ditilang.

”Kalau saat ini mungkin tahap sosialisasi, pelanggar masih sebatas diberi peringatan. Tapi kalau nanti sudah berjalan serentak selain diperingatkan mereka juga harus diberi tilang,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, dalam tahap sosialisasi ini, akan sangat baik kalau Kepolisian juga melakukan kunjungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas dari pantauan CCTV.

Ditambahkan pula, penerapan CCTV tilang ini bisa mengurangi terjadinya pungutan liar atau pungli di jalan-jalan. (duh)

You might also like

Comments are closed.