Minim Sosialisasi, Popnas XIV Jateng Kurang Gayeng

METROSEMARANG.COM – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dimana Kota Semarang salah satu tuan rumahnya dinilai masih kurang sosialisasinya. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya kegiatan ini. Hal ini dikhawatirkan akan membuat kesan yang jelek bagi Kota Semarang dari para tamu dan atlet Popnas setelah kegiatan selesai.

Menpora Imam Nahrawi menabuh beduk bersama Ganjar Pranowo dan Sri Puryono sebagai tanda dimulainya pembukaan Popnas XIV Jateng di Simpang Lima Semarang, Selasa (12/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, Popnas sebenarnya ajang nasional yang membanggakan warga masyarakat Semarang. Karena kota ini bisa menjadi tuan rumahnya. Tapi tentu seharusnya ada sosialisasi Popnas kepada masyarakat.

Dia menilai sosialisasinya masih kurang kepada masyarakat, sehingga mereka banyak yang belum mengetahui. Bahkan ketika ada pembukaan Popnas di Simpang Lima banyak warga pengguna kendaraan yang bertanya-tanya kenapa lalu lintas menjadi macet.

”Ada apa kok macet, apa ada apa kok ramai-ramai. Jadi ini butuh sosialisasi karena kita ketempatan dan ingin menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu Popnas dan para atlet,” kata Supriyadi, Kamis (14/9).

Dia mencontohkan, seperti kebersihan dan keindahan kota yang menjadi tugas bersama menjaganya selama Popnas, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Ini bisa dipersiapkan dan diwujudkan jika ada sosialisasi yang baik kepada masyarakat agar terlibat.

”Saya melihat tanpa sosialisasi yang mengena ke masyarakat, adanya kegiatan Popnas ini jadi kurang greget. Padahal adanya Popnas menguntungkan bagi pemerintah, hotel-hotel okupansinya pasti naik, sehingga pajak akan masuk kas daerah,” katanya.

Menurutnya, sirkulasi ekonomi peredaran uang di Semarang juga akan meningkat, sehingga otomatis akan menggairahkan sektor ekonomi. Di tempat-tempat pariwisata, Dinas Pariwisata seharusnya juga mempersiapkan tempat-tempat yang bisa dikunjungi para tamu dan atlet, ketika mereka ada waktu luang untuk berekreasi.

”Tapi sekarang kan tidak, kita melihat tidak ada persiapan khusus untuk menerima tamu-tamu delegasi dari beberapa daerah se-Indonesia ini,” tambahnya.

Sosialisasi yang kurang dan ketidaksiapan menyambut Popnas ini, dikhawatirkan malah akan membuat para tamu dan atlet sepulang dari Popnas mengecap jelek tentang Kota Semarang. Seperti menilai Semarang tidak ada perubahan, tidak ada keindahan, tidak ada kebersihan, dan Semarang biasa-biasa saja.

”Mumpung baru dibuka masih banyak yang bisa dibenahi dan dipersiapkan. Untuk menjadikan Semarang tuan rumah yang baik, sekaligus bisa terkesan sebagai kota yang layak dikunjungi wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.