Enam Desa di Jateng Belum Lakukan Imunisasi Rubella

METROSEMARANG.COM – Sebanyak enam desa di Jawa Tengah kedapatan belum melakukan imunisasi  Measles Rubella (MR) secara menyeluruh.

Diskusi Imunisasi, Perisai dan Keamanan Masa Depan Anak di Lantai 12 Hotel Horison Semarang, Jumat (15/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Keenam desa yang belum menjalani vaksinasi Rubella di antaranya berada di Desa Buntu Kabupaten Wonosobo, Desa Kajul Temanggung, Desa Luwang Sukoharjo, Desa Lumbang dan Tawangmangu Karanganyar.

“Di desa-desa tersebut belum bisa melakukan vaksinasi Rubella 100 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, dalam diskusi bertajuk Imunisasi, Perisai dan Keamanan Masa Depan Anak di Lantai 12 Hotel Horison Simpang Lima, Semarang, Jumat (15/9).

Ia beralasan rendahnya minat warga enam desa untuk memvaksin Rubella lantaran terbentur pemahaman yang kurang ditengah masyarakat. Ketika disambangi petugas Dinkes misalnya, ada beberapa kepala keluarga yang masih mempertanyakan fungsi dari vaksin Rubella.

“Ada yang tanya apa ada kewajiban untuk mengimunisasi Rubella. Kurangnya pemahaman inilah yang membuat enam desa itu belum melakukan vaksin 100 persen,” tambahnya.

Yulianto juga menyoroti bahwa masih ada sejumlah kabupaten/kota yang tingkat vaksin Rubella relatif rendah yakni di Kudus, Wonogiri serta Temanggung.

Padahal, kata Yulianto dengan memvaksin Rubella maka bisa mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat. Ia pun terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya vaksin Rubella melalui media massa maupun sosialisasi tokoh agama setempat.

Meski begitu, ia optimistis vaksinasi Rubella mampu dilakukan sampai 92 persen di 35 kabupaten/kota. Pasalnya, di beberapa daerah telah memvaksin melebihi 100 persen dari target semula.

“Yang tertinggi melakukan vaksin Rubella lebih dari 100 persen berada di Kota Semarang, Tegal dan Kebumen,” bebernya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah perkampungan padat penduduk untuk mengecek manfaat vaksin tersebut.

“Akan kita datangi rumahnya satu per satu, biar tahu apakah masih ada yang belum mengimunisasi anaknya,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Siti Atiqah Suryani mengatakan, secara keseluruhan sudah ada 92 persen atau setara 7,2 juta warganya yang menjalani vaksin Rubella.

Pada Agustus kemarin jumlah anak sekolah yang divaksin mencapai 84 persen. Sedangkan untuk September, proses vaksin menyasar semua Posyandu.

“Banyak kader kami yang terlibat pendataan kelompok sasaran usia 9 bulan sampai 15 tahun,” ujar Atiqah.

Para kadernya juga mendatangi door to door setiap anggota Dasa Wisma untuk menyosialisasikan imunisasi Rubela. “Nanti sisanya kita jemput bola dengan diakomodir dari dinas terkait serta diedukasi sesuai SOP yang berlaku,” terangnya. (far)

You might also like

Comments are closed.