Dewan Minta e-Tilang Disosialisasikan ke Masyarakat

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang dinilai perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan e-Tilang melalui jaringan rekam CCTV. Pemerintah kota atau pemkot juga harus menyiapkan data plat nomer kendaraan seluruh Semarang.

Penerapan e-Tilang diminta disosialisasikan. Foto: dok dishubkotasmg

Menurut Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono, penerapan e-Tilang melalui jaringan rekam CCTV memang perlu dilakukan oleh pemkot. Mengingat semakin padatnya lalu lintas di Semarang yang berdampak pada bertambahnya titik-titik kemacetan.

Selain itu, dikarenakan kepemilikan kendaraan di kota ini sudah tidak terkendali, sedangkan pengelolaan parkir masih dalam upaya optimalisasi sistem. Serta untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas yang bisa berdampak pada kemacetan lalu lintas. ”Maka itu, sudah saatnya Semarang melakukan terobosan ini,” kata Suharsono, Jumat (15/9).

Namun, pemkot dinilai harus melakukan beberapa persiapan untuk lancarnya implementasi hal ini. Pertama adalah harus melakukan sosialisasi aturan e-Tilang ini kepada masyarakat luas. Menyampaikan bentuk-bentuk pelanggaran lalu lintas yang nanti akan ditindak.

Di samping itu, harus menyampaikan secara jelas bentuk denda atas pelanggaran yang dilakukan, termasuk menyampaikan besaran tarif denda dan mekanisme pembayarannya. Serta pemkot harus menyiapkan data plat nomer kendaraan seluruh Semarang.

”Dan yang paling penting, koordinasi intensif antara Dishub kota dan Polrestabes Semarang untuk rencana pemberlakuan hal ini,” katanya.

Ditambahkan, pemkot juga harus menyusun tahapan menuju pelaksanaan e-Tilang ini. Yakni kapan pemberlakuannya yang harus didahului dengan tindakan sosialisasi.

”Kelebihannya menekan pelanggaran lalin sehingga bisa mengurangi kepadatan dan kemacetan lalin. Memudahkan masyarakat memiliki kesadaran unttuk tertib lalin. Tapi kekuranganya adalah perlu waktu panjang untuk penyesuaian di masyarakat,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.