Pawai Pengantin Semarangan Diharapkan jadi Inspirasi Generasi Muda

METROSEMARANG.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang melakukan kegiatan pawai pengantin Semarangan. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian masyarakat terutama generasi muda untuk kembali menggunakan adat, busana dan prosesi pernikahan asli Semarang.

Pengantin diarak ke kawasan Kota Lama dengan kuda dan tandu. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan kegiatan ini sengaja digelar di Kawasan Kota Lama agar menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari dalam ataupun luar negeri.

“Banyak sanggar rias pengantin yang belum tahu dengan adat asli Semarang. Jika disosialisikan, pasti generasi muda akan tertarik, karena sangat menarik, sederhana dan tidak bertele-tele,” ungkapnya, Sabtu (16/9).

Anggota Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Kota Semarang, Adriyani Trisno menjelaskan, tata rias pengantin khas Semarang di zaman moderen ini semakin tersisihkan dan mulai tertinggalkan. Padahal tata rias pengantin khas Semarangan memiliki nilai filosofi tinggi dan menceritakan tentang kemajemukan buadaya warga Semarang, yaitu Arab, Jawa dan Cina. (ade)

You might also like

Comments are closed.