Polda Jateng Bongkar Bisnis Obat Kuat Ilegal Beromzet Puluhan Juta

METROSEMARANG.COM – Seorang peracik obat kuat abal-abal dibekuk petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Tindakan ilegal tersebut sudah dilakukan sejak 2009 silam, dengan omzet mencapai Rp 60 juta perbulan.

Polisi menunjukkan obat kuat palsu yang berhasil disita. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Tersangka bernama Mohamad Nazarudin ditangkap di rumahnya, Dukuh Krajan RT 1/ RW 1, Desa Jambu Timur, Kecamatan Monggo, Kabupaten Jepara pada Kamis (14/9) lalu.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 250 lembar resi pengiriman, 2 karung berisi 40 kilogram kopi sebagai bahan obat. Turut disita 2.340 botol kosong yang belum diisi obat, 425 botol obat kuat siap edar, 650 segel plastik, 5.000 lembar e tiket merk dan beberapa peralatan pembuatan.

Tak hanya meracik, Nazarudin juga mengedarkan obat tersebut melalui internet. Jangkauan pemasarannya pun hingga ke berbagai pulau di seluruh Indonesia.

Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrean Suez mengatakan, obat yang dibuat oleh tersangka sangat membahayakan kesehatan.

“Karena ini akan berakibat fatal bagi kesehatan kita sendiri, mulai dari bahan serbuk botol itu kan harusnya melalui regristrasi obat, dan ini tidak. Tidak ada ijin edarnya,” ujarnya.

Beberapa macam obat buatannya yakni obat kuat untuk pria, obat perangsang wanita, dan obat pelangsing. Untuk obat pelangsing Nazarudin hanya menggunakan serbuk kopi yang dimasukkan ke dalam pil kapsul. Sedangkan untuk harga obat berkisar antara Rp 100-400 ribu.

“Untuk label pengemasannya ini kan juga seperti print-printan sendiri memakai merk yang sudah ada. Sementara bahan-bahan dan botol-botol ia dapatkan secara online,” imbuh Egy.

Sementara dari pengakuan Nazarudin, banyak konsumennya yang komplain dan menghubungi nomor miliknya. “Ya kalau ditelepon tinggal dimatikan saja, dan memang ada banyak yang komplain. Kalau obat yang paling laku itu obat seperti serbuk Purwoceng,” ujarnya.

Selain itu ia juga mengaku sudah memproduksi obat abal-abal ini sejak tahun 2009 lalu. Ia juga mengatakan dalam sebulan mampu meraup omzet sekitar Rp 60 juta.

Kini ia dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda senilai Rp 2 miliar. (fen)

You might also like

Comments are closed.