Baru 5 Bulan Edarkan Sabu, Peyek Dicokok Polisi

METROSEMARANG.COM – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang mengamankan Eko alias Peyek (25), pengedar sabu yang diduga jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas). Polisi mengamankan 5 gram sabu-sabu yang diselipkan di dashboard sepeda motor.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Peyek ditangkap di Ruko Metro Plaza Blok C 16 Jalan MT Haryono, Semarang saat hendak melakukan transaksi, pada Jumat (15/9) lalu. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan ke tempat kos Peyek di Tlogosari, dan menemukan 195 gram sabu, 4 bendel plastik klip kosong, dan satu buah timbangan digital.

“Dari informasi tersangka ia mendapat barang dari seseorang yang kini masih kami selidiki,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (18/9).

Dari keterangan Peyek, dia hanya mengedarkan sabu milik seseorang yang saat ini masih mendekam di lapas. “Jadi kami masih mendalami apakah itu benar atau tidak, karena setiap mendapati para pengedar selalu mengaku dikendalikan oleh penghuni lapas,” imbuh Abi.

Selain itu, Peyek mengaku mengedarkan sabu di sekitar Tlogosari selama 5 bulan terakhir, dengan upah Rp 1 juta per 100 gram. “Saya baru mendapatkan transferan sebanyak Rp 4 juta saja,” tutur Peyek.

Atas perbuatannya, kini Peyek dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 aya (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (fen)

You might also like

Comments are closed.