Jokowi Bagikan 5.120 Sertifikat Tanah di Magelang

METROSEMARANG.COM – Presiden Joko Widodo berharap tahun 2025 mendatang, seluruh tanah di Indonesia harus bersertifikat. Namun khusus di Jawa Tengah, ditargetkan harus sudah bersertifikat tahun 2023.

Foto: metrojateng.com

“Tahun depan kita akan keluarkan Rp 7 juta sertifikat dan tahun 2019 sebanyak 9 juta sertifikat,” kata Jokowi saat memberi sambutan dalam acara penyerahan sertifikat kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang, di lapangan Drh Soepardi Kabupaten Magelang, Senin (18/9).

Dalam kesempatan itu, Jokowi membagikan 5.120 sertifikat tanah kepada masyarakat. Pria asal Solo ini mengatakan, harapan agar seluruh tanah di Indonesia bersertifikat, harus didukung oleh semua pihak. “Ya memang seperti kerja dengan saya, harus cepat ,” tegasnya.

Menurut Jokowi, pemberian sertifikat bertujuan agar tidak ada konflik persoalan tanah. Baik masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan lembaga maupun masyarakat dengan pemerintah.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan agar peminjaman untuk modal harus diperhitungkan matang dan tidak asal untuk bergaya. “Kalau gaya-gayaan, nanti bisa hilang semua,” ujarnya.

Program sertifikat ini, menurut Jokowi, merupakan bantuan pemerintah sehingga gratis. Namun itu hanya untuk sertifikatnya saja. “Untuk proses pengukuran, saksi, materai dan transportasi, tetap harus bayar. Mosok semua gratis. Pemerintahkan kan sudah mensubsidi biaya pembuatan sertifikat,” terangnya.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Jalil dalam laporannya menerangkan jika tahun ini pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan program pembagian sertifikat sebanyak 5 juta. Khusus di Jawa Tengah, tahun ini ada sekitar 17 ribu sertifikat yang dibagikan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak seluruh kepala desa di wilayahnya, untuk mensukseskan program ini. Dia menyebutkan, di Jawa Tengah ada sekitar 21,5 juta bidang tanah, namun baru 49 persen saja yang bersertifikat. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.