Pengguna Cashless Trans Semarang Masih Rendah

METROSEMARANG.COM – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang telah melakukan evaluasi penerapan promo tarif Rp 8 selama tiga hari di seluruh koridor Trans Semarang. Dari hasil evaluasi penerapan tarif promo tersebut dinilai cukup menggembirakan.

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau pengoperasian BRT Trans Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Promo tarif naik Trans Semarang hanya Rp 8 dengan pembayaran non tunai selama 3 hari (16-18/9), tercatat ada 978 transaksi non tunai (cashless). Dibandingkan periode yang sama di minggu-minggu sebelumnya ada kenaikan sekitar 30%.

‘’Rata-rata penggunaan non tunai pada periode sebelumnya ada di angka 600 an transaksi,’’ kata Plt Kepala BLUD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (19/9).

Dijelaskan, pada tahun 2017 ini dari tanggal 1 Januari sampai 18 September, tercatat ada 68.055 transaksi non tunai. Dibandingkan tahun 2016 lalu dengan periode sama perkembangannya sangat signifikan. Karena pada awal tahu ini, Pemerintah Kota Semarang sudah menggandeng perbankan (BNI & BRI) dan Telkomsel untuk mewujudkan yang namanya Cshless Society.

‘’Kami harapkan persentase kenaikan ini sebagai gambaran bahwa di tahun ini akan ada kenaikan jumlah transaksi non tunai sebanyak 30% dari tahun lalu,’’ ujarnya.

Pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan inovasi-inovasi penjualan kartu non tunai. Baik kartu yang dikeluarkannya sendiri yaitu smart card trans Semarang, maupun Kartu Semarang Hebat dari perbankan dan Tcash dan Telkomsel.

Pihaknya juga berencana memenuhi jumlah alat pembayaran non tunai yang saat ini baru ada 135 alat, dan masih kurang sebanyak 72 unit alat. Akan diusahakan pengadaan di anggaran perubahan 2017 ini juga.

‘’Alat pembayaran non tunai tersebut akan kami tempatkan di semua unit bus, semua pool keberangkatan dan semua shelter transit,’’ jelasnya.

Apabila semua alat pembayaran nontunai sudah tersedia di semua armada dan shelter-shelter tertentu, maka tahun depan akan diujicobakan skaligus sebagai pilot project transaksi non tunai, pada Trans Semarang koridor VII yang rencana akan dioperasikan April 2018. Setelah itu berturut-turut akan diterapkan di koridor koridor lainnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.