Tekan Pelanggaran Tonase, Kemenhub Kelola 16 Jembatan Timbang di Jateng

METROSEMARANG.COM – Guna menekan angka pelanggaran tonase angkutan barang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini mengambil alih pengelolaan 16 jembatan timbang yang ada di Jawa Tengah.

Kemenhub akan mengambil alih pengelolaan 16 jembatan timbang di Jawa Tengah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pengelolaan 16 jembatan timbang kini dikerjakan oleh pihak Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) bersama mitra ketiga.

Pelaksana Tugas Direktur Pembinaan Keselamatan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Pandu Yunianto menegaskan dari belasan timbang tersebut, sudah ada satu unit yang beroperasi pada tahun ini.

“Satu timbang kami aktifkan dulu di Cilacap. Semoga yang lainnya bisa menyusul secara bertahap,” ujar Pandu tatkala menyosialisasikan pembiayaan operasional UPPKB di Aston Jalan MT Haryono, Semarang.

Ia menambahkan enam belas jembatan timbang di Jateng akan dioperasikan mulai 1 Oktober-3 Desember nanti. Petugas UPPKB, menurutnya bakal mengoperasikan jembatan timbang yang ada di sejumlah daerah Sumatera dan Pulau Jawa.

Di Sumatera, Kemenhub mengelola jembatan timbang di Seumadam, Nangroe Aceh Darusalam, Sarolangun Jambi, dan Senawar Jaya Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan pengelolaan di Jawa berada di empat lokasi, yakni Losarang Indramayu, Wanareja Cilacap, Widang Tuban, dan Widodaren Ngawi.

Lebih lanjut, ia menerangkan pihak ketiga bakal bertugas menyiapkan petugas pengawas dan pencatatan, prosedur standar pelaksanaan pilot project, serta kajian dalam rangka perbaikan operasional UPPKB.

“Mereka nanti juga yang akan mencatat dugaan pelanggaran yang akan ditindaklanjuti,” ungkap Pandu.

Pelanggaran yang ditindaklanjuti mencakup kelengkapan dokumen ditambah kelebihan daya angkut di atas 5 persen, tata cara pemuatan barang.

“Kebijakan ini kita terapkan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang tujuannya keselamatan bersama,” kata Pandu.

Sedangkan Satriyo Hidayat, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah menyambut baik pengambilalihan 16 jembatan timbang oleh Kemenhub.

Menurutnya hal itu justru mempermudah petugasnya untuk berkoordinasi dalam menindak para pelanggar tonase di jalan raya.

“Karena belakangan ini tingkat kecelakaan lalu lintas akibat rem blong dan truk-truk kelebihan tonase sangat tinggi. Jumlah kecelakaannya lebih banyak ketimbang tahun lalu. Seperti di ruas Jalan Raya Bawen yang baru saja terjadi, beberapa ruas jalan tol dan yang paling banyak terjadi di jalur Pantura,” tutur Satriyo. (far)

You might also like

Comments are closed.