Subangkit Beberkan Rahasia Kemenangan PSIS

METROSEMARANG.COM – PSIS bangkit dari ketertinggalan dan sukses mengatasi perlawanan PSMS Medan, Kamis (21/9) sore. Perubahan strategi di babak kedua jadi kunci kemenangan Mahesa Jenar atas Ayam Kinantan.

PSIS sukses memaksimalkan laga kandang dengan memetik kemenangan tipis atas PSMS Medan. Foto: metrosemarang.com

PSIS mengawali babak 16 besar Liga 2 dengan sempurna. Pada laga yang digelar di Stadion Kebondalem Kendal, armada racikan Subangkit sempat dibuat panik ketika eks striker Timnas U-19 Dimas Drajat menjebol gawang Aji Bayu di menit 27.

Padahal, Haudi Abdillah dkk lebih unggul dalam ball possession maupun jumlah peluang dibanding PSMS. Kembalinya M Yunus membuat lini tengah PSIS lebih bertenaga dan memaksa tim tamu lebih banyak bertahan.

Namun, PSIS mampu menyamakan skor dan bahkan berbalik unggul di babak kedua. Gol Melcior Majefat di menit 48 membuat tuan rumah makin agresif menekan pertahanan PSMS.

Tiga menit jelang laga tuntas, pemain pengganti Ahmad Agung memastikan tiga poin perdana PSIS di babak 16 besar. Gelandang bernomor 24 itu sukses memanfaatkan kemelut dari free kick M Ridwan.

Pelatih PSIS Subangkit mengakui, di babak pertama timnya sempat mengalami kesulitan karena pressing yang diberikan pemain PSMS. Beruntung, Mahesa Jenar mampu mencetak gol cepat di awal babak kedua.

Setelah itu, Subangkit menginginkan timnya bermain lebih agresif untuk memburu gol tambahan. Ahmad Agung dimasukkan untuk menggantikan Ruud Gullid yang tampil di bawah performa terbaik.

PSIS yang semula bermain dengan skema 4-2-3-1 bertransformasi menjadi 4-4-2 diamond, dengan Ahmad Agung berperan sebagai holding midfielder. “Di babak kedua saya ingin tim lebih menyerang dengan memainkan dua striker dan hanya menggunakan satu gelandang bertahan,” kata dia, usai pertandingan.

Namun PSIS kembali ke formasi 4-2-3-1 setelah Erik Dwi Ermawansyah ditarik keluar dan digantikan M Ridwan. Dua pemain pengganti Inilah yang memberikan andil dalam proses gol kedua Mahesa Jenar.

Diawali dari free kick M Ridwan, bola sempat disundul Safrudin Tahar dan menerpa mistar. Tapi bola rebound langsung disambar Agung tanpa bisa dicegah kiper Abdul Rohim.

Asisten Pelatih PSMS Edy Syahputra juga mengakui timnya kecolongan dari skema set piece yang selama ini menjadi kelebihan PSIS. “Dari awal kami sudah mengingatkan agar jangan bikin pelanggaran di dekat kotak penalti. Dan terbukti kami kebobolan dari skema set piece,” ucapnya.

Sementara, Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho meminta agar tim kembali fokus untuk memetik kemenangan di laga selanjutnya. “Persaingan di babak 16 besar jelas lebih ketat. Kami harus terus fokus bisa meraih poin maksimal baik away maupun di kandang,” ujarnya.

Pada laga berikutnya, PSIS akan meladeni tuan rumah Persibat Batang, Senin (25/9). Saat ini kedua tim ini masih memimpin Grup B dengan torehan tiga angka. Di saat bersamaan, Persibat di luar dugaan memermalukan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor 2-1. (twy)

You might also like

Comments are closed.