Awas, BPKB Palsu Beredar di Semarang

METROSEMARANG.COM – Peredaran Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu kini mulai merambah Semarang. Dokumen-dokumen ‘KW’ tersebut disinyalir digunakan sebagai jaminan kredit di perusahaan pembiayaan.

Ilustrasi. BPKB palsu beredar di Semarang.

Temuan ini mencuat setelah salah satu perusahaan pembiayaan di Semarang Timur mengaku menjadi korban sindikat pemalsuan surat-surat berharga hingga mengakibatkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sumber metrosemarang.com menyebutkan, modus yang digunakan pelaku yakni dengan menjaminkan BPKB yang diduga palsu sebagai agunan pengajuan kredit.

“BPKB yang dijaminkan biasanya kendaraan ber-CC besar dan sangat mirip dengan asli. Namun setelah ditelusuri, kendaraan yang digunakan ternyata mobil rental tapi dengan BPKB yang sudah dipalsukan,” kata sumber itu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masih menurut sumber tersebut, tindakan penipuan ini ditengarai melibatkan jaringan yang sudah sangat terorganisir. Bahkan mereka juga meminjam kartu identitas yang berbeda-beda untuk memuluskan aksinya.

“Jadi ada yang menyiapkan kelengkapan dukumen untuk persyaratan pengajuan kredit, termasuk KTP dan sebagainya. Penyedia BPKB palsu dan yang ditunjuk sebagai debitur juga ada bagiannya masing-masing,” kata dia.

Pihak leasing pun sudah melakukan penyelidikan internal dan diduga praktik ini juga melibatkan orang dalam. “Kemungkinan memang ada keterlibatan orang dalam. Bisa saja bagian marketing maupun surveyor. Yang nggak habis pikir, BPKB yang diduga palsu itu bisa lolos screening di tingkat cabang. Tapi, setelah dicek ulang di kantor pusat menggunakan barcode, baru terlihat ada kejanggalan,” tutur pria yang juga merupakan salah satu petinggi di perusahaan leasing ini.

Menurut dia, aksi tipu-tipu ini sudah berlangsung sejak bulan April 2017 silam. Sindikat tersebut setidaknya sudah lebih 10 kali melakukan pinjaman dengan masing-masing bernilai Rp 200-300 juta.

“Unit atau kendaraannya memang benar-benar ada, tapi setelah ditelusuri ternyata mobil rental. Jadi setelah mendapatkan mobil rental, mereka juga menyiapkan BPKP palsunya,” urainya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Penyelidikan internal sudah kami lakukan dan siapa saja yang terlibat juga sudah diketahui. Kami akan secepatnya membuat laporan resmi dan harapannya kasus ini bisa tuntas, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan,” tutupnya. (*)

You might also like

Comments are closed.