Target Pendapatan Tinggi, Dewan Dorong Penertiban Reklame Liar

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong ditertibkannya reklame liar yang ada di kota ini. Diperkirakan keberadaan reklame liar jumlahnya cukup banyak.

Pemasangan tanda Reklame Bermasalah oleh petugas PJPR di Jalan Singosari, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

”Dewan mendorong Pemerintah Kota Semarang melakukan penertiban reklame-reklame liar. Karena keberadaannya berpengaruh terhadap pendapatan daerah,” kata Anggota DPRD Kota Semarang, Suharto Masri, Jumat (22/9).

Anggota Pansus Pajak Reklame DPRD Kota ini mengatakan, pihaknya pernah melakukan tinjauan lapangan di beberapa titik reklame. Diketahui beberapa reklame berukuran besar  tidak memiliki izin. Pemilik reklame yang ditemui mengaku pemasangan reklamenya dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Keberadaan reklame liar tersebut, jelas akan mempengaruhi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Padahal saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang menggalakkan bagaimana PAD bisa meningkat terus setiap tahun. ”Karena itu Satpol PP jelas harus menindak tegas penyelenggara reklame yang belum berizin,” ujarnya.

Semangat meningkatkan PAD, lanjut Suharto Masri, tentu harus dibarengi dengan semangat penindakan pelanggaran. Kalau tidak maka dipastikan akan sulit untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Apalagi untuk tahun ini target pendapatan pajak reklame Pemerintah Kota Semarang mencapai Rp 31 miliar, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar Rp 28 miliar. Sedangkan mulai tahun ini pemerintah dilarang mengambil pajak dari reklame yang dipasang, kecuali yang memiliki izin. (duh)

You might also like

Comments are closed.