Dua Pemain Pilar Cedera, PSIS Siapkan Rotasi Lawan Persita

METROSEMARANG.COM – Dua pemain pilar PSIS Semarang terkapar dibekap cedera usai laga kontra Persibat Batang. Kondisi ini memaksa Subangkit melakukan rotasi saat timnya meladeni Persita Tangerang.

Hari Nur melewatkan sejumlah peluang saat melawan Persibat. Foto: metrosemarang.com

Laju kemenangan Mahesa Jenar harus terhenti di Stadion Moch Sarengat Batang. Pada matchday 2 Grup B babak 16 besar, PSIS hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Persibat.

Meski berstatus tim tamu, anak asuh Subangkit justru lebih banyak memilik peluang ketimbang Laskar Alas Roban. Bahkan mereka lebih dulu unggul ketika Melcior Majefat sukses mengonversi assist Hari Nur di menit 28.

Sayang keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Memanfaatkan kemelut dari free kick Hapidin, Samuel Sefle mampu membobol gawang Aji Bayu.

Hasil imbang tersebut menyudahi rentetan empat kemenangan yang ditorehkan Haudi Abdillah cs. Sejak diimbangi PSIR Rembang di pekan 11 fase penyisihan Grup 4, PSIS berturut-turut menang atas PPSM Magelang 5-0, Persis Solo 1-0 dan Persiba Bantul 2-1. Satu kemenangan lainnya dibukukan atas PSMS Medan pada matchday 1 babak 16 besar.

Bukan saja gagal menang, PSIS juga masih harap-harap cemas menantikan kondisi M Yunus dan Erik Dwi Ermawansyah. Pada pertandingan tersebut strategi rotasi yang diterapkan Subangkit tak berjalan mulus.

Yunus sudah harus ditarik keluar saat laga belum genap setengah jam. Erik yang menggantikan playmaker PSIS juga terkapar cedera di pertengahan babak kedua.

Subangkit tetap mengapresiasi perjuangan timnya, meski cukup kecewa dengan terbuangnya sejumlah peluang. “Hasil imbang tetap kami syukuri, apalagi kami main di kandang lawan. Persibat melakukan pressing dengan sangat baik, sehingga kami kesulitan berkembang,” kata dia, usai pertandingan.

Sebelum Yunus keluar, Tim Ibukota Jateng bisa memenangi pertarungan di lini tengah dan mencatat beberapa peluang berbahaya. Salah satunya melalui Rifal Lastori di menit 19. Sayang eks winger Pusamania Borneo itu gagal menuntaskan umpan Yunus meski tinggal berhadapan dengan kiper.

“Kami akan lihat dulu kondisi Erik dan Yunus dalam dua hari ke depan. Kalaupun terpaksa absen, kami juga sudah siapkan pengganti. Tentunya saya butuh pemain yang benar-benar bugar saat lawan Persita,” ucapnya.

Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho menambahkan, tambahan satu poin di Batang tetap krusial untuk menjaga kans lolos ke babak selanjutnya. “Satu poin tetap penting karena persaingan di babak 16 besar juga sangat ketat. Kami harus segera mengalihkan fokus untuk meraih poin maksimal di pertandingan berikutnya,” tandasnya.

Sementara, asisten pelatih Persibat, Abdul Muin menyebut ketidakhadiran head coach Daniel Roekito di pinggir lapangan turut nerpengaruh terhadap performa timnya. Pada pertandingan tersebut, Daniel Roekito memang tidak berada di bench dan menonton dari tribun penonton.

“Tidak ada pelatih kepala tentu sangat berpengaruh karena tidak bisa menyampaikan instruksi secara langsung. Tapi saya akui pemain kami terlalu silau nama besar PSIS dan mengalami nervous. Akibatnya mereka tidak bisa mengeluarkan kualitas terbaik,” kata dia.

Hingga matchday 2, persaingan di Grup B masih sangat ketat. Pada pertandingan lainnya, tuan rumah PSMS juga bermain imbang tanpa gol lawan Persita. Saat ini Persibat dan PSIS memuncaki klasemen dengan poin 4, sedangkan PSMS dan Persita sama-sama mengoleksi satu poin.

PSIS dijadwalkan kembali melakoni away pada Jumat (29/9) melawan Persita di Stadion Singaperbangsa Karawang. Sementara Persibat akan menjamu PSMS di Stadion Moch Sarengat. (twy)

 

 

You might also like

Comments are closed.