RSI Sultan Agung jadi RS Syariah Pertama di Indonesia

METROSEMARANG.COM – Sejarah baru ditorehkan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung dengan menjadi rumah sakit syariah pertama di Indonesia.

Penyerahan sertifikat rumah sakit syariah kepada Dirut RSI Sultan Agung. Foto: istimewa

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ketika menyerahkan sertifikat penetapan RS Syariah dari DSN MUI kepada Dirut RSI Sultan Agung, l Masyhudi dalam ceremony “Tasyakuran penetapan RSI Sultan Agung sebagai RS Syariah” di Hall Direksi, Sabtu (24/9).

“Bisa jadi, RSI Sultan Agung menjadi rumah sakit pertama di dunia untuk konsep pelayanan kesehatan berbasis Syariah. Kita juga mendorong rumah sakit di Indonesia yang memakai nama Islam segera melakukan sertifikasi Syariah” tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/9).

Ceremony itu juga dihadiri perwakilan MUI Jawa Tengah, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, H. Hasan Thoha, MBA, RS mitra RSI Sultan Agung, perwakilan beberapa rektor universitas dsb.

MUI, lanjutnya, akan memotivasi RS-terutama dengan identitas Islam-untuk segera melakukan pengajuan penilaian sertifikasi syariah kepada DSN- MUI.

Dirut RSI Sultan Agung, Masyhudi dalam kesempatan yang sama memaparkan untuk menjadi rs syariah ini membutuhkan waktu dan proses setidaknya 2 tahun.

“Ada 51 persyaratan standar serta 173 elemen penilaian. Misalnya, terkait dengan keuangan di rs syariah ini juga harus ada akad syariah, seperti ijarah, mudharabah, serta murabahah. RS Syariah juga bukan hanya RS Islam saja. Namun RS milik pemerintah pun tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi RS Syariah” katanya.

Kemudian, lanjut dr Masyhudi, terkait dengan pelayanan pasien di RSI Sultan Agung, sudah menerapkan prinsip Islam. Misalnya pemasangan kateter sesuai gender, imbauan pemakaian hijab bagi pasien perempua ketika akan divisite dokter laki-laki. “Bahkan laundry juga diharuskan menggunakan prinsip syariah dan masih banyak elemen lain,” jelasnya. (*)

You might also like

Comments are closed.