‘Hattrick’ Gagal Paripurna, DPRD Kota Semarang Ukir Sejarah Baru

METROSEMARANG.COM – Suasana DPRD Kota Semarang terasa kurang kondusif setelah tiga kali rapat paripuna yang direncanakan gagal dilaksanakan.
Pasalnya, setiap rapat anggota dewan yang hadir menjadi peserta selalu tidak memenuhi kuorum yaitu minimal 2/3 dari jumlah seluruhnya 50
anggota dewan.

DPRD Kota Semarang

Rapat ketiga yang sedianya Selasa sore (26/9) tadi, juga gagal karena dewan yang hadir hanya 28 anggota, dari minimal seharusnya 34 anggota. Hal ini pun menjadi pengalaman dan sekaligus preseden buruk yang pertama kalinya terjadi di DPRD Kota Semarang.

‘’Ini pengalaman pertama kali DPRD Semarang. Ini preseden buruk bagi
DPRD Kota Semarang,’’ kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, setelah tidak jadi memimpin rapat paripurna karena tidak kuorum, Selasa (26/9).

Supriyadi mengaku tidak mengetahui latar belakang dan alasan sebagian
besar anggota dewan tidak mau menghadiri rapat paripurna. Namun
sebagai orang yang berada di lembaga politik, dia menilai apapun alasannya seharusnya bisa dikompromikan dan dirembug secara kekeluargaan.

‘’Tentunya apabila mereka tidak sependapat sampaikan saja di forum,
rapat paripurna adalah forum tertinggi. Sampaikan saja apa yang tidak
berkenan atau kurang sepakat atau beda pendapat dan ide lain di paripurna,’’ katanya.

Sedianya, agendanya rapat paripurna sendiri adalah akan menetapkan
keputusan DPRD Kota Semarang. Yaitu keputusan DPRD mengenai Raperda
Perubahan RPJMD 2016-2021 dan keputusan mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

‘’Kedua hal itu sudah disetujui bersama melalui Badan Anggaran, dan kali ini mau ditetapkan melalui paripurna untuk mendapatkan keputusan yang tertinggi,’’ katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.