Atasi Kisruh Taksi Online, Ini yang Dilakukan Kemenhub

METROSEMARANG.COM – Kisruh yang terjadi antara sopir taksi konvensional dengan online akhirnya membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turun tangan.

Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di depan Gubernuran, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana mengatakan dengan mengacu pada aturan Peraturan Menteri Perhubungan No.26 Tahun 2017, maka setiap pengemudi taksi konvensional bisa menjalin kerjasama dengan online.

Sinergitas antar keduanya, Cucu menganggap nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak.

“Perusahaan angkutan pasti sudah memiliki izin komplit, mulai dari kepengusahaanya sampai kendaraan. Termasuk badan hukum, jadi bisa memanfaatkan aplikator,” ungkap Cucu usai menggelar semiloka di Patra Jasa Semarang, Selasa (26/9).

Ia menyebut apa yang dilakukannya demi menyikapi kemajuan teknologi yang tidak bisa dilawan. Permenhub Nomor 26 Tahun 2017, bakal direvisi untuk menciptakan azas keadilan.

Pada awal Oktober nanti mulai diuji publik, selanjutnya akan dilakukan proses pengawasan di lapangan. Karenanya, ia meminta kepada semua aplikator mematuhi peraturan tersebut agar tercipta kinerja yang baik dan terukur.

“Kita menyambut baik, tapi tetap harus sesuai peraturan karena ini demi keselamatan penumpang,” kata Cucu.

Tri Sukma Andriano, Head Public Affair Grab Indonesia, menambahkan acara semiloka transportasi online besama Kemenhub baru digelar pertama kali di Semarang dan akan dilakukan serentak di 12 kota lainnya.

“Sampai saat ini sudah ada 15 perusahaan taksi konvensional yang bekerjasama dengan Grab sebagai aplikator,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.