Perangi Calo Tiket, PSIS Gandeng Pemuda Pancasila

METROSEMARANG.COM – Merebaknya calo tiket membuat PSIS Semarang meradang. Manajemen Mahesa Jenar mengambil langkah tegas dengan menggandeng Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah untuk memerangi praktik ilegal tersebut.

Penandatanganan MoU PSIS dan Pemuda Pancasila Jateng, Rabu (27/9). Foto: metrosemarang.com

Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar menjelaskan, pihaknya menerima aduan dari masyarakat terkait merebaknya calo tiket pada laga perdana babak 16 besar di Stadion Kebondalem Kendal, Kamis (21/9) silam.

Di tangan para calo, kata dia, harga tiket bisa melonjak hingga 2-3 kali lipat. Tiket tribun utara, timur dan selatan yang dibanderol Rp 25 ribu, melejit jadi Rp 35-50 ribu. Sedangkan tiket tribun barat yang dijual resmi Rp 75 ribu, bisa mencapai Rp 150 ribu.

“Ada indikasi para calo tiket tersebut justru berasal dari luar Semarang. Ini tentu saja sangat merugikan, baik tim maupun masyarakat pecinta PSIS. Karenanya kami harus melakukan tindakan tegas dan salah satunya bekerjasama dengan Pemuda Pancasila,” kata Kairul saat penandatanganan MoU di Mess PSIS, Jalan Semeru Dalam, Gajahmungkur, Rabu (27/9).

Temuan lainnya, pria yang berprofesi pengacara ini melanjutkan, tiket laga PSIS versus PSMS Medan tersebut juga dipalsukan. Pada pertandingan itu untuk kali pertama Panpel memberlakukan gelang sebagai tanda masuk ke dalam stadion.

“Tim kami menemukan gelang yang dipalsukan. Bentuknya sangat mirip. Tapi ada perbedaan mencolok yaitu gelang yang dipalsukan mudah robek,” urainya.

Kairul menegaskan bahwa kerjasama dengan PP tak sebatas pengawasan ticketing. Ormas yang identik dengan warna oranye itu juga bertanggung jawab terhadap keamanan pertandingan, baik di dalam maupun luar stadion.

“Kami ingin menjamin kenyamanan penonton yang hadir di stadion. Prinsipnya anggota PP di luar panpel, tapi secara garis besar tugasnya tetap sama, khususnya untuk pengamanan pertandingan,” imbuh Kairul.

Sementara, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng, Bambang Eko Purnomo mengatakan, kerjasama dengan PSIS sebagai salah satu langkah konkrit organisasi dalam mendukung perkembangan olahraga di Jawa Tengah.

Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan manajemen untuk memetakan titik mana saja yang rawan disusupi calo tiket. “Kami juga menempatkan anggota berpakaian preman di beberapa titik untuk memersempit ruang gerak calo tiket,” ujarnya.

Hindari Gesekan

Berkaitan dengan oknum aparat yang menjadi penonton ilegal, Bambang pun sudah menyiapkan strategi khusus. “Kami berkomitmen untuk mengawal pertandingan kandang PSIS. Kami juga akan berkoordinasi dengan pimpinan aparat agar tidak terjadi benturan dengan pihak keamanan lain di lapangan,” kata dia.

Kairul Anwar kembali menambahkan bahwa kerjasama dengan Pemuda Pancasila sebagai upaya menciptakan kenyamanan pertandingan sepakbola. “Persaingan di babak 16 besar semakin panas, sehingga rawan terjadi gesekan antar-suporter. Kami berharap kerjasama dengan Pemuda Pancasila bisa membuat penonton semakin nyaman menyaksikan pertandingan,” ungkapnya.

Pihaknya juga berjanji mengambil langkah hukum terhadap calo maupun pemalsu tiket. Namun, sebelumnya akan dilakukan upaya preventif berupa pembinaan.

Kairul mengimbau agar masyarakat tidak tergoda membeli tiket dari calo. “Kami tidak mungkin membatasi pembelian tiket. Kami imbau masyarakat membeli tiket di lokasi resmi. Jangan beli tiket dari orang yang nggak jelas karena bisa saja terindikasi palsu,” tegasnya.

Skuad Mahesa Jenar masih punya dua laga kandang di babak 16 besar. Haudi Abdillah cs dijadwalkan menjamu Persita Tangerang pada Selasa (3/10) dan meladeni Persibat Batang, Rabu (11/10) mendatang. (twy)

You might also like

Comments are closed.