Guru Nahdlatul Ulama Diminta Produktif Menulis di Jurnal dan Media

METROSEMARANG.COM – Para guru yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama diminta produktif menulis dan mempublikasikan karyanya di jurnal dan media massa.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang membuka Workshop Guru Nahdlatul Ulama Menulis di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Kalau guru sudah mulai aktif menulis, maka pendidikan Indonesia akan lebih maju,” tegas Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang KH Anasom MHum saat membuka Workshop “Guru Nahdlatul Ulama Menulis” di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9).

Kegiatan yang diprakarsai oleh LP Maarif Cabang Kota Semarang dengan UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan narasumber Dr Syamsul Maarif MAg (Kapuslitbit LP2M UIN Walisongo), M Rikza Chamami (Dosen) dan Asikin Khusnan (Pengawas Sekolah).

Peserta berjumlah 60 guru Nahdlatul Ulama yang memiliki konsentrasi di bidang tulis menulis dari SD/MI hingga SMA/MA.

Menulis, lanjut Anasom, merupakan tradisi para ulama dalam menyebarkan ilmu-ilmunya. Sehingga para ulama bisa panjang umur dan terkenang sampai sekarang karena karya tulisnya masih dipelajari oleh para santri.

“Maka tradisi menulis harus dikembangkan di semua komponen guru NU agar gagasan-gagasan itu dapat tersampaikan secara luas,” katanya.

Di tengah kesibukan administratif para guru sekolah perlu menyisihkan waktu dalam menulis. “Jangan sampai guru hanya sibuk menulis jurnal sekolah dan menulis rapot saja,” imbuh Anasom.

Potensi menulis itu menurutnya sangat bermanfaat untuk guru. Sebab dengan menulis guru akan dapat poin untuk administrasi kepangkatan dan akan dapat koin berupa honor menulis.

Guru juga diharapkan tidak hanya bisa menulis untuk jurnal ilmiah dan koran saja, tetapi bisa menulis buku ajar yang manfaatnya sangat besar.

”Bahkan ada seorang guru yang aktif menulis buku ajar dengan honor hingga ratusan juta. Itu yang perlu ditiru oleh guru-guru NU Kota Semarang,” pungkasnya.

Ketua LP Maarif Cabang Kota Semarang H Asikin Khusnan MSI sangat berharap, para guru mampu mendisiplinkan diri dalam menulis karya ilmiah. “Menulis dari mulai yang terkecil dengan best practice pengalaman mengajar di kelas” kata Asikin.

Dari pelatihan ini, Asikin berkomitmen akan menindaklanjuti dengan pembuatan Jurnal Ilmiah Online khusus guru yang dapat menampung gagasan-gagasan para guru. (duh)

You might also like

Comments are closed.