Tiga Fraksi Walk Out, Dewan Tetap Sahkan Anggaran Tahun Jamak

METROSEMARANG.COM – Tiga fraksi melakukan walk out (WO) dalam Rapat Paripurna Pengesahan Penetapan Anggaran Tahun Jamak yang digelar DPRD Kota Semarang, Kamis (28/9). Tiga fraksi masing-masing Fraksi Gerindra, Golkar, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PKB, dan Golkar ketika melakukan aksi WO dalam rapat paripurna, Kamis (28/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Selain ketiga fraksi tersebut, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sebagian yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga WO. FPAN merupakan gabungan dari anggota dewan dari PAN dan PPP.

Fraksi-fraksi tersebut menyatakan tidak sepakat adanya anggaran tahun jamak untuk 4 kegiatan pekerjaan. Apalagi 4 kegiatan tersebut dinilai bukan merupakan skala prioritas pembangunan yang harus segera dilakukan pemerintah.

Sebelum adanya WO rapat paripurna juga berlangsung panas dengan banyak interupsi dari para anggota dewan. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Supriyadi dari PDIP, Wakil Ketua Wiwin Subiyono dari Demokrat, dan Wakil Ketua Joko Santoso dari Fraksi Gerindra yang juga ikut WO.

Ketua Fraksi Gerindra Hermawan Sulis memohon maaf kepada masyarakat khususnya PNS Kota Semarang karena belum bisa memperjuangan kenaikan TPP (Tunjangan Prestasi Pegawai), karena jumlah anggota fraksi yang hanya berjumlah 7 orang.

Pada rapat paripurna hari Rabu (27/9) sebelumnya, dewan memang akhirnya memutuskan tidak ada kenaikan TPP. Fraksi Gerindra, Golkar, dan PKB yang juga menolak tidak adanya kenaikan TPP itu memilih tidak ikut hadir dalam rapat paripurna tersebut.

Sulis mengatakan usulan penganggaran tahun jamak untuk sejumlah kegiatan juga bukan hal yang prioritas. Semestinya eksekutif dan dewan lebih mempriotaskan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

”Karenanya kami mohon notulen rapat mencatat bahwa kami Fraksi Gerindra walk out dari rapat paripurna ini, karena tidak setuju dengan usulan anggaran tahun jamak,” tegasnya.

Ketua Fraksi Golkar Wisnu Pujonggo juga menilai penganggaran tahun jamak tidak tepat dalam pengerjaan pembangunan. Karena potensial menimbulkan persoalan dan lebih baik setiap kegiatan pembangunan harus selesai dalam satu tahun anggaran.

”Kita harus belajar dari pembangunan Terminal Mangkang yang juga dikerjakan bertahun-tahun,” katanya.

Sementara Ketua Fraksi PKB Lina Aliana sangat menyayangkan pembangunan Pasar Johar malah tidak masuk skala priositas pembangunan pemerintah. Terbukti tidak masuk dalam usulan penganggaran tahun jamak dari pemerintah.

Padahal kondisi pedagang Pasar Johar korban kebakaran saat ini sangat memprihatinkan. Mereka banyak mengeluhkan di tempar relokasi pembelinya sangat sepi dan ingin segera pindah lagi ke Pasar Johar.

Namun demikian, meskipun diwarnai WO tiga fraksi usulan anggaran tahun jamak tersebut tetap berhasil disahkan. Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menghormati keputusan fraksi-fraksi yang memutuskan untuk WO di tengah rapat.

”Namun kami mempertanyakan sikap mereka, karena rapat ini hanya menetapkan. Sedang pembahasan perlu tidaknya anggaran tahun jamak dan kegiatan apa saja yang bisa di tahun jamak sudah dibahas di Badan Anggaran, perwakilan mereka juga ada dalam Badan Anggaran,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.