Ini Kegiatan Tahun Jamak Rp 448 Miliar Penyebab Dewan ‘Pecah’

METROSEMARANG.COM – Pembahasan usulan kegiatan tahun jamak tahun 2018-2019 telah menjadikan sikap fraksi di DPRD Kota Semarang terpecah. Beberapa fraksi memilih Walk Out (WO) dari rapat paripurna karena menolak disahkannya  penetapan kegiatan tahun jamak.

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PKB, dan Golkar ketika melakukan aksi WO dalam rapat paripurna, Kamis (28/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam rapat paripurna, Kamis (28/9), dengan agenda khusus membahas usulan kegiatan tersebut, fraksi yang menolak dan WO adalah Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, dan Fraksi PAN yang berasal dari PPP. Mereka menolak adanya tahun jamak, apalagi kegiatan yang diusulkan dinilai bukanlah termasuk skala prioritas pembangunan.

”Mengacu revisi RPJMD 2016-2021 yang sedang dibahas pansus, kegiatan yang diusulkan dilakukan tahun jamak bukan skala prioritas. Padahal nilainya mencapai Rp 448 miliar, itu bukan jumlah yang sedikit,” kata Ketua Fraksi Gerinda, Hermawan Sulis, Kamis (28/9).

Adapun usulan Pemerintah Kota Semarang terkait usulan kegiatan tahun jamak tahun 2018-2019 tersebut, total nilainya memang mencapai Rp 448 miliar. Atau hampir 25% dari anggaran APBD Kota Semarang yang besarnya sekitar Rp4,5 triliun.

Usulan kegiatan tahun jamak tersebut, tersebar di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu RSUD Kota Semarang, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Penataan Ruang (Distaru).

Di RSUD Kota Semarang sebesar Rp 120 miliar untuk kegiatan pembangunan dan pengawasan pembangunan gedung instalasi rawat jalan. Rinciannya, tahun 2018 akan dianggarkan sebesar Rp 45,5 miliar dan tahun 2019 sebesar Rp 74,5 miliar.

Dishub Kota Semarang dianggarkan untuk jasa operasional BRT Trans Semarang koridor I-VII sebesar Rp 153,1 miliar. Dengan perincian tahun 2018 dianggarkan sebesar Rp 75,7 miliar, yaitu untuk koridor I-VI selama 12 bulan, dan koridor VII 9 bulan dari April-Desember.

Di tahun 2019, semula sebesar Rp 64,5 miliar akan bertambah menjadi Rp 77,4 miliar selama 12 untuk jasa operasional BRT koridor I-VII.

Sedangakn di Distaru Kota Semarang usulan anggaran tahun jamak sebesar Rp 175 miliar. Rinciannya akan dipergunakan untuk pembangunan gedung DKK (Dinas Kesehatan Kota) dan gedung parkir Pandanaran Rp 85 miliar, yaitu di 2018 sebesar Rp 50 miliar dan 2019 Rp 35 miliar.

Dan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas parkir Terminal Terboyo sebesar Rp 90 miliar, dengan rincian di 2018 akan dianggarkan Rp 20 miliar dan di 2019 rencana Rp 70 miliar.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, kegiatan yang diusulkan sebagai kegiatan tahun jamak tersebut sudah dikaji di Badan Anggaran. Soal pembangunan Pasar Johar yang tidak masuk dalam usulan kegiatan tahun jamak, karena tiap tahun sudah dianggarkan.

”Tidak masuk usulan kegiatan tahun jamak bukan karena tidak masuk skala prioritas (pembangunan), tapi karena Pasar Johar sudah dibantu dari dua kementerian sebesar Rp 150 miliar dan dari APBD Kota Semarang Rp 50 miliar. Jadi Pasar Johar akan tetap selesai sesuai rencana,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.