Pengerjaan Pasar Klithikan Jadi Sorotan Tim TP4D

METROSEMARANG.COM – Dinas Perdagangan Kota Semarang menggandeng Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Kota Semarang untuk melakukan pendampingan proyek yang dikerjakannya.

Tim TP4D tinjau pembangunan Pasar Klithikan, Kamis (28/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Saat ini ada 4 proyek dikerjakan dinas tersebut dengan nilai besar yang sedang dilakukan pendampingan. Yakni pembangunan relokasi Pasar Johar tahap II di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Pasar Waru, Pasar Srondol, dan Pasar Klithikan.

Pendampingan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kota Semarang salah satunya melakukan monitoring pengerjaan proyek-proyek tersebut secara berkala 2 minggu sekali. Seperti monitoring yang telah dilaksanakan oleh Kajaksanaan Negeri pada hari Kamis (28/9) ini.

Anggota TP4D dari Kejari Kota Semarang, Andhy Hermawan dalam monitoring bersama petugas Dinas Perdagangan itu, menyoroti proyek pembangunan Pasar Klithikan. Pasar yang berada di Penggaron ini akan digunakan tempat relokasi PKL Barito yang terkena normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT).

Andhy Hermawan mengatakan, proyek Pasar Klitikan ini sudah putus kontrak hingga 3 kali. Sehingga hal tersebut sangat memprihatinkan dan memerlukan pengawasan yang intens.

”Apalagi dari 4 proyek yang diawasi tim hanya Pasar Klithikan ini yang menunjukkan keterlambatan (progres) dalam pengerjaannya,” katanya.

Sementara untuk pekerjaan tambah kurang yang diajukan kontraktor ke Dinas Perdagangan, hal itu dirasa tidak menjadi persoalan asalkan sesuai ketentuan. Pekerjaam tambah kurang yang dimaksud, yaitu pengurukan yang direncanakan hanya memerlukan tanah 100 kubik tapi kontraktor melakukannya sampai 700 kubik. Tapi berdasarkan fakta di lapangan memang pengurukannya butuh sampai sebanyak 700 kubik.

”Yang penting (kontraktor) segera lakukan pengecekan dokumen dan dilaporkan ke Dinas Perdagangan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, upaya menggandeng tim TP4D ini bertujuan agar proyek yang dikerjakannya berjalan dengan baik, sekaligus membuktikan jika proyek lelang di Dinas Perdagangan tidak direkayasa.

”Dalam pengawasannya TP4D akan memberikan pendampingan terkait kendala-kendala dan apa saja yang harus diperbaiki dalam proyek yang dikerjakan,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.