Kelompok Ormas Ekstrem Ancam Bikin Onar saat Perayaan Asyura

METROSEMARANG.COM – Kelompok ormas ekstrem yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mengancam membuat gaduh saat perayaan Asyura digelar di UTC Sampangan, pada Minggu (1/10) nanti.

Pengajian Syiah di Boom Lama, Selasa (11/10/2016). Kegiatan serupa juga akan diadakan di UTC Sampangan. Foto: metrosemarang.com/dok

Perayaan Asyura merupakan tradisi dari jemaah Syiah untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali.

Danang Setiyadi, koordinator lapangan FUIS mengatakan secara tegas menolak pengajian Asyura karena ia menganggap apa yang ditampilkan jemaah Syiah mengandung ajaran sesat.

“Besok Minggu, kami mengerahkan laskar-laskar menuju UTC untuk menggagalkan Asyura,” cetusnya, Kamis petang (28/9).

Denok, anggota laskar dari FUIS bahkan mengumbar ancaman guna menyerbu jemaah Syiah jika tidak membatalkan perayaan Asyura.

“Mau tidak mau, kami akan menggerakan ribuan laskar. Kami siap menggagalkan kegiatan tersebut kalau Kemenag tidak memberikan rekomendasi penolakan acara tersebut,” kata Denok.

Berbagai penolakan tersebut muncul tatkala FUIS bertemu dengan Kemenag Jateng di kantoe Jalan Sisingamangaraja. Ada 30 perwakilan laskar radikal yang tampak hadir yaitu Front Pembela Islam (FPI), Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Aliansi Anti Syiah Surakarta dan Jemaah Ansharusy Syariah (JAS).

Ketua FPI Kabupaten Semarang, KH Rofii, menuding perayaan Asyura jadi pemecah belah kaum Sunni dan Syiah.  Sehingga memicu perpecahan Islam dan jangan sampai terjadi seperti di Iran.

Ia malah mengklaim Syiah sama jahatmya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). “Lebih baik Kemenag tidak usah memberi izin kegiatan buat Syiah dan PKI,” terangnya.

Tengku Ashar, anggota DSKS mengatakan Syiah punya paham yang menyimpang dari aqidah Islam. Selain itu, Syoah sengaja membangkitkan Al Suro pembunuh sahabat Husein yang tak lain orang Syiah sendiri.

“Eksistensi mereka membahayakan NKRI. Syiah sengaja menghancurkan dan membuat sentimen permusuhan terhadap Islam,” akunya.

Walau mendapat berbagai penolakan, akan tetapi Muhammad Suhersi, Kepala Tata Usaha Kemenag Jateng tetap bergeming pada pendapatnya.

Ia menegaskan tetap mengacu pada rekomendasi dari pihak kepolisian untuk tetap mengizinkan perayaan Asyura di UTC. Apalagi sesuai aturan pengajian dan haul tidak ada larangan.

“Tidak akan dilarang. Asyura tetap bisa berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian,” paparnya. (far)

You might also like

Comments are closed.