Wali Kota Hendi Bantah Hibah Rp 18 Miliar dan Kegiatan Tahun Jamak Tak Bermanfaat

METROSEMARANG.COM – Kisruh penetapan anggaran 2018 oleh DPRD Kota Semarang yang sempat diwarnai aksi boikot dan walk out disikapi oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Menurutnya usulan penganggaran yang dibuat oleh Pemerintah Kota Semarang itu sudah melalui kajian matang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Foto: metrosemarang.com/dok

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini meminta anggota dewan yang menolak program kerjanya tersebut dapat lebih memahami aturan. Misalnya soal event internasional motocross yang dianggarkan sebesar Rp 18 miliar yang ditolak sebagian anggota dewan.

”Event motocross ini akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Semarang. Sebab banyak daerah yang ingin menjadi tuan rumah, tapi malah Semarang yang dipilih menjadi tuan rumah,” jelasnya, Jumat (29/9).

Rvent tersebut diyakini juga akan dihadiri lebih dari 2.000 warga asing. Sehingga dia percaya event internasional tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Kota Semarang.

”Salah satunya event internasional motocross ini akan dihadiri lebih dari 2.000 bule yang akan memberikan dampak positif. Kemudian soal tahun jamak yang juga dipersoalkan, kami berharap anggota dewan yang menolaknya dapat lebih memahami aturan,” kata Hendi.

Soal kegiatan tahun jamak, Hendi menjelaskan skema tersebut mempunyai banyak keunggulan. Seperti lebih cepat karena satu kali lelang dan kontraktornya dapat dimintai pertanggungjawaban yang jelas. Karena tidak berganti kontraktor pelaksananya.

”Sehingga banyak positifnya, karena itulah kami menilai lebih bijak jika para anggota dewan lebih memahami aturan. Meski demikian kami menghormati sikap sejumlah anggota dewan tersebut,” tegasnya.

Usulan kegiatan tahun jamak sendiri untuk anggaran tahun 2018-2019. Dimana dianggarkan sebesar Rp448 miliar untuk 4 kegiatan pembangunan. Di antaranya adalah pembangunan gedung instalasi rawat jalan RSUD Kota Semarang, jasa operasional BRT Trans Semarang, pembangunan geduk DKK dan gedung parkir pandanaran, dan pembangunan fasilitas parkir Terminal Terboyo. (duh)

You might also like

Comments are closed.