Pattiro: Konflik DPRD Kota Semarang Hanya Ajang Unjuk Kekuatan Jelang Pemilu 2019

METROSEMARANG.COM – Konflik yang terjadi di DPRD Kota Semarang dalam pembahasan sejumlah kebijakan anggaran tahun 2018 mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Pattiro Semarang. Diharapkan konflik ini tidak berkepanjangan sebab masyarakatlah yang akan dirugikan.

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PKB, dan Golkar ketika melakukan aksi WO dalam rapat paripurna, Kamis (28/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Direktur Pattiro Semarang Widi Nugroho menilai, bahwa konflik tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Disamping itu, kisruh yang dalam beberapa kali sidang paripurna diwarnai aksi ketidakhadiran dan walk out sejumlah anggota dewan tersebut, tidak lebih sebagai bentuk unjuk kekuatan jelang pemilu 2019.

”Konflik di dewan ini menunjukkan adanya unjuk kekuatan politik jelang pemilu 2019. Tidak murni hanya soal kepentingan anggaran semata yang dinilai sebagian wakil rakyat tidak pro rakyat,” kata Widi Nugroho, Jumat (29/9).

Menurutnya, dalam konflik tersebut ada kepentingan politik partai masing-masing yang ditonjolkan. Dia juga mengkritisi sikap dewan yang walk out, yang menurutnya dari alasan yang diberikan tidak substansial. Seperti keberatan dengan tidak adanya kenaikan Tunjangan Prestasi Pegawai (TPP) dan kegiatan tahun jamak.

Widi Nugroho juga menyoroti sikap pemerintah yang mengusulkan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk event internasional motorcross. Dia mempertanyakan nilai kemanfaatannya bagi Kota Semarang.

”Kita semua berharap tidak satu suaranya anggota dewan ini dapat segera terselesaikan. Sebab masyarakatlah yang dirugikan, apalagi jika hingga APBD Perubahan molor ditetapkan tentu sangat disayangkan,” katanya.

Sebelumnya konflik di dewan ini sudah terlihat sejak pembahasan anggaran tahun 2018 di Rapat Badan Anggaran (Banggar). Dimana sejumlah anggota dewan tak mengikuti kegiataan Banggar. Dan berlanjut pada sidang paripurna yang dijadwalkan pada hari Senin (25/9) lalu. Dimana gagal dilaksanakan karena banyak anggota dewan yang tak hadir.

Selanjutnya di paripurna pada Selasa (26/9) tidak kuorum, dan berlanjut pada paripurna hari Kamis (28/9) kemarin yang diwarnai aksi walk out 3 fraksi yakni Fraksi Gerindra, Golkar dan PKB. (duh)

You might also like

Comments are closed.