Polsek Semarang Tengah Gagalkan Peredaran Ribuan ‘Pil Setan’

METROSEMARANG.COM – Jajaran Polsek Semarang Tengah berhasil membekuk seorang penjual pil koplo. Tersangka bernama Edo Drajat Widiardi ditangkap oleh petugas di rumahnya Kampung Malang, RT 002 RW 004, Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah, Senin (25/9) lalu.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Saat ditangkap petugas mengamankan barang bukti berupa 2.092 butir Pil Yandio warna putih, 110 butir Pil Dextromethorphan warna kuning, 3 bendel plastik klip kosong, uang hasil penjualan senilai Rp 180 ribu, dan satu buah handphone.

“Jadi dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim reserse kriminal Polsek Semarang Tengah lelaki tersebut merupakan penjual obat-obatan, dan setelah dilakukan penggeledahan memang benar ditemukan pil sebanyak 2.000 butir lebih,” ujar Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Kemas Indra Natanegara saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah, Jumat (29/9).

Kemas mengatakan, obat obatan tersebut memang bukan termasuk dalam jenis Psikotropika. Namun ia mengatakan di dalam Undang-undang kesehatan obat tersebut dilarang. “Ya kalau obat ini termasuk dalam golongan obat G,” imbuh Kemas.

Sementara dari keterangan tersangka, ia mendapatkan barang tersebut dengan memesan kepada orang yang berada di Jakarta. Untuk pengirimannya, ia menggunakan jasa ekspedisi. “Ya biasanya sekali beli dua toples, satu toples berisi seribu butir,” ujarnya.

Setelah ia mendapatkan stok barang, ia menjual ke para pengamen, sopir angkot, hingga siswa SMP. Dalam penjualannya ia membagi satu toples pil tersebut menjadi 100 kantong plastik kecil berisikan 10 butir. Satu plastik dijualnya seharga Rp 15 ribu.

Sementara, menurut penuturan Edo, ia harus menjual pil tersebut karena keterbatasan ekonomi. Bahkan ia mengaku hasil penjualannya juga untuk menyekolahkan adiknya yang kini duduk di bangku SMK.

Atas perbuatannya, kini Edo dijerat dengan Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda senilai Rp 1,5 miliar. (fen)

You might also like

Comments are closed.