Hari Batik, Kampung Batik Semarang Dapat Bantuan CSR Rp 135 Juta

METROSEMARANG.COM – Program untuk mengembangkan Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Salah satunya mengunakan bantuan CSR (Corporte Respon Cibility) dari pihak perusahaan.

Wakil Wali Kota Semarang Heveaita G Rahayu simbolis menerima CSR dari PLN untuk pengembangan Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur, Senin sore (2/10). Foto: istimewa

Seperti pada Senin (2/10) ini, pengembangan Kampung Batik mendapatkan bantuan CSR dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) senilai Rp 135 juta. Bantuan tahap pertama dari rencana tiga tahap ini fokus pada peningkatan kompetensi perajin batik dan limbah batik.

Bekerjasama dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines), PLN memberikan pelatihan dan pensertifikatan kompetensi kepada para perajin batik. Dari total 16 perajin batik yang ada sudah 10 yang mendapatkan sertifikat terdiri 5 perajin batik tulis dan 5 perajin batik cap. Selebihnya juga akan menyusul diberikan pelatihan.

Sedangkan pengolahan limbah batik yang selama ini menjadi kendala serius, sudah mulai dilakukan upaya dengan alat khusus. Melalui sistem instalasi pengolahan air limbah, sisa produksi batik ini kadar PH atau keasamannya sudah cukup aman bagi lingkungan.

”Kami mengapresiasi PLN yang sudah peduli dengan Kampung Batik. Kampung ini merupakan kampung pertama berdirinya batik di Semarang,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat Launching program bina lingkungan Kampung Batik Semarang di Rejomulyo, Senin sore (2/10).

Menurut wakil wali kota yang biasa disapa Mbak Ita, Kampung Batik sekarang sudah terlihat perubahan yang luar biasa dari sebelumnya. Namun pihaknya berharap PLN bisa melengkapi beberapa fasilitas di Kampung Batik yang diperlukan seperti street furniture dan pertunjukan musik.

”Sehingga orang yang datang tidak hanya membeli batik, tapi bisa menikmati suasananya. Karena Kampung Batik terintegrasi dengan Kota Lama dan Pecinan, bus wisata nanti juga bisa mengajak wisatawan berkunjung ke sini,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan, Kampung Batik sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu tapi sempat tenggelam. Pihaknya ingin kembali dihidupkan akan kembali meningkat pamornya.

”Launching program bina lingkungan Kampung Batik Semarang ini terasa istimewa, karena dilakukan bersamaan dengan Hari Batik Nasional,” katanya.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan pemkot untuk memajukan kerajinan Batik di Semarang, di antaranya dengan melakukan pelatihan usaha melalui Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi Usaha Mikro, pelaksanaan pameran di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional, serta lomba desain batik semarangan.

Wali Kota berharap, dengan dihidupkannya kembali Kampung Batik, maka geliat usaha di Kampung Batik maupun usaha lainnya kian terangkat. Muaranya batik semarangan akan semakin populer dan dampaknya akan mengangkat pariwisata dan perekonomian rakyat.

APD PLN Jateng dan DIY Musses Alo mengatakan, tahap pertama bantuan yang diberikannya ini meliputi di bidang lingkungan, pendidikan, dan sertifikasi kompetensi perajin batik. Pihaknya siap memberikan bantuan lagi karena rencananya akan ada tiga tahap bantuan yang diberikan. (duh)

You might also like

Comments are closed.