Dianggap Ilegal, Polisi Segel Bengkel Bentor

METROSEMARANG.COM – Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang menggerebek sebuah bengkel becak motor (Bentor) di Jalan Madukara III, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, Senin (2/10) siang. Polisi juga melakukan penyegelan terhadap bengkel tersebut karena tak memiliki izin untuk memodifikasi kendaraan.

Polisi segel bengkel bentor di Krobokan. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Ini dalam rangka menegakkan Undang-Undang lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009, jadi di pasal 277 dijelaskan bahwa proses modifikasi harus memiliki ijin, jika tidak memiliki ijin maka akan diancam pidana maksimal satu tahun penjara dan denda maksimal 24 juta,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi.

Ia juga mengatakan bahwa setiap modifikasi yang dilakukan hingga merubah kapasitas kendaraan, perubahan bentuk, maupun modifikasi lainnya hanya bisa dilakukan oleh bengkel-bengkel yang mendapat rekomendasi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Selain itu juga harus mengantongi izin dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perondustrian dan Perdagangan.

“Jadi ini dalam rangka untuk menciptakan kamsel (Keamanan dan Keselamatan) di Kota Semarang, karena seperti kita ketahui bersama bahwa bentor ini merupakan kendaraan yang spesifikasinya belum dilakukan uji. sehingga potensi fatalitas ketika terjadi kecelakaan sangat tinggi,” bebernya.

Selain mendatangi bengkel secara langsung, petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang juga akan melakukan operasi bentor di jalan-jalan di Kota Semarang. Namun pada operasi tersebut akan difokuskan untuk mencari sumber produksi bentor tersebut.

“Jadi kami berasumsi jika tidak ada lagi bengkel yang melakukan modifikasi mudah-mudahan tidak ada lagi bentor yang ada di Kota semarang,” kata Yuswanto dan mengimbau agar masyarakat menggunakan kendaraan yang spesifikasinya telah mendapatkan izin dari Kemenperin. (fen)

You might also like

Comments are closed.