Sanitasi Air Kampung Pelangi Semarang Perlu Dibenahi

METROSEMARANG.COM – Sanitasi air yang berada di Kampung Pelangi Kota Semarang menjadi sorotan oleh Tim Penilai Standar Kota Wisata Bersih ASEAN (ASEAN Clean Tourist City Standard). Sanitasi air di obyek wisata tersebut dianggap masih kurang dan perlu ditambah.

Kampung Pelangi di Randusari. Foto: metrosemarang.com/dok

Tim Penilai Standar Kota Wisata Bersih ASEAN berkunjung ke Kota Semarang, terkait dengan kota ini terpilih sebagai salah satu nominator Kota di Indonesia yang mewakili Kota wisata bersih tingkat ASEAN (ASEAN Clean Tourist City). Tim melakukan tinjauan lapangan ke beberapa tempat.

Ketua tim penilai lapangan, Mira Puspasari Gunawan dari konsultan Kementerian Pariwisata RI usai melaksanakan penilaian lapangan, menyampaikan beberapa masukan kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Reklame dan Hotel Dibya Puri masih perlu dibenahi, sanitasi air yang ada di Kampung Pelangi juga perlu ditambah,” katanya, Rabu (4/10).

Tim juga melihat ada beberapa obyek wisata yang masih belum ada peta informasi. Dan memberi masukan supaya ditambahkan peta informasi tersebut. “Beberapa hal ini yang menjadi masukan Kota Semarang agar bisa berbenah mengikuti ajang perlombaan ini,” kata Mira Puspasari Gunawan.

Dia menjelaskan bahwa nanti kota yang akan mendapatkan predikat Kota Wisata Bersih ASEAN harus meraih sekurang-kurangnya 60% dari total nilai. Karenanya beberapa masukan itu diharapkan diperhatikan.

Pemenang akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan plakat dengan label kota Wisata Bersih ASEAN yang akan berlaku selama tiga tahun.

Kota Semarang akan berkompetisi dalam lomba ini bersama enam kota besar lainnya. Yaitu Surabaya, Malang, Solo, Bandung, Buleleng dan Banyuwangi. Hanya satu kota yang akan dipilih dan mewakili Indonesia untuk dilombakan ke tingkat ASEAN.

“Ini kebanggaan sekaligus tugas berat bagi kami sebagai salah satu wakil Indonesia dalam kompetisi wisata bersih se-Asia Tenggara. Meskipun tergolong pemain baru di bidang pariwisata, kami terus berupaya membenahi destinasi wisata kami, terutama kebersihan sampah, penataan reklame, sanitasi air, serta penyediaan peta informasi wisata dan peta transportasi wisata,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Dia mengungkapkan, Semarang terpilih sebagai salah satu nominator kota wisata bersih ASEAN karena memiliki setidaknya tiga modal utama. Pertama, selama enam kali berturut-turut Kota Semarang berhasil meraih penghargaan Adipura. Kedua, Kota Semarang berhasil menempati urutan ke-5 Indeks Pariwisata Indonesia. Kota Semarang berhasil meraih Wiwerda Kota Sehat dan ditambah ada komitmen kuat dari Walikota Semarang untuk memenuhi standard Kota wisata bersih ASEAN. (duh)

You might also like

Comments are closed.