Perangi Obat Ilegal, Jamu dan Obat Kuat Senilai Rp 3 M Dimusnahkan

METROSEMARANG.COM – Demi menekan peredaran obat-obatan berbahaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang memusnahkan ribuan bungkus berbagai obat kuat, kosmetik dan obat tradisional. Pemusnahan ribuan obat tersebut dilakukan hari ini, Rabu (4/10), untuk menyambut gerakan nasional pemberantasan obat ilegal yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Pemusnahan obat ilegal di Kantor BPOM Semarang, Rabu (4/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala BPOM Kota Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan produk obat yang dimusnahkan tanpa dilengkapi izin edar selama 2016-2017, obat tradisional kedaluwarsa dan produk yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

Produk yang dimusnahkan antara lain obat kuat tanpa izin edar sebanyak 278 item atau 1.359 kemasan, obat tradisional dan mengandung bahan kimia obat sebanyak 323 item terdiri dari 2.290.907 dus, 30 ribu renteng, 47.791 sachet, kosmetika TIE sebanyak 468 item terdiri dari 8.558 dus, 72.078 bungkus dan 2.649 pot.

“Total nilai produk obat-obatan, jamu dan kosmetik ilegal dengan perkiraan nilai ekonomis Rp 3,4 Miliar,” ungkap Endang disela pemusnahan obat ilegal di kantornya Jalan Sukun Raya Banyumanik.

Obat-obatan ilegal biasanya banyak ditemukan di kios-kios yang menjual obat keras maupun obat kuat. Pihaknya kini semakin gencar menerjunkan tim pemberantasan obat ilegal demi menertiban sampai di tingkat kabupaten/kota.

Ia berharap masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dalam mengonsumsi obat. Ia bilang ketika membeli obat di tiap apotik maupun kios sebaiknya mengecek ulang kemasan serta label produsennya.

“Dan harus ada izin edar pada label BPOM,” jelasnya.

Agar tidak terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, ia mengimbau kepada masyarakat harus menyertakan resep dokter.

“Kami juga sedang mengawasi peredaran obat ilegal di jejaring media sosial. Pengedar obat tanpa izin edar akan dikenakan hukuman penjara 5-10 tahun,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.