Antisipasi Peredaran PCC, Petugas Gabungan Razia Apotek dan Klinik di Semarang

METROSEMARANG.COM – Antisipasi peredaran pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol), petugas gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) gelar razia ke beberapa apotek dan klinik. Sebanyak 23 apotek dan klinik menjadi sasaran operasi ini.

Razia pil PCC di Semarang, Rabu (4/10). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Jadi kami bagi menjadi tiga tim, satu tim bergerak ke wilayah barat dengan sasaran 7 apotek dan klinik, satu tim bergerak ke wilayah utara dengan sasaran 7 apotek dan klinik serta satu tim lagi begerak ke wilayah timur dan tengah untuk melakukan pengecekan di 9 apotek dan klinik,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi, Rabu (4/10).

Hanafi mengatakan, dalam operasi yang dilaksanakan oleh tim gabungan tersebut tidak ditemukan adanya peredaran obat-obatan yang mengandung PCC. Namun petugas menemukan beberapa obat yang dijual oleh beberapa apotek tetapi tidak memiliki izin edar.

Selain itu, petugas juga menemukan sebuah gudang penyimpanan obat-obatan yang tidak mengantongi izin. “Namun untuk lebih jelasnya dan lebih detail terkait hasil sidak dan lainnya masih menunggu pengecekan. Ini masih dalam tahap pendataan, nanti kalau sudah lengkap akan dijelaskan Kapolrestabes,” jelasnya.

Sidiq juga mengatakan, demi mewujudkan kota yang bersih dari serangan narkoba, pihaknya akan terus melakukan razia terkait obat-obatan ini. Rencananya ke depan razia ini akan dilakukan secara rutin.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait ini supaya beredaran obat yang disalahgunakan bisa terkontrol hingga tidak berdampak buruk yang kemudian memicu berbagai hal termasuk tindak kejahatan,” pungkas Hanafi. (fen)

You might also like

Comments are closed.