BBWS dan DPU Turun Tangan Atasi Banjir di Genuk

METROSEMARANG.COM – Tiga kelurahan yakni Tambakrejo, Sawah Besar, dan Kaligawe di Kecamatan Genuk masih tergenang banjir dan menyebabkan warga mulai terkena penyakit kutu air. Namun, pihak kecamatan mengklaim genangan banjir tersebut mulai surut.

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau saluran tersier di Padi Raya Barat Kelurahan Gebangsari, Genuk, beberapa waktu lalu. Kecamatan Genuk jadi salah satu langganan banjir di wilayah timur. Foto: metrosemarang.com/dok

Luapan air yang menggenangi diperkirakan datang dari dua sungai yakni Banjir Kanal Timur dan Kali Tenggang. Tidak hanya permukiman, sejumlah titik di Jalan Kaligawe juga tergenang air.

Camat Genuk Sumardjo mengatakan, semua pompa sudah dihidupkan untuk mengatasi genangan. Banjir karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Namun saat ini sudah mulai surut dan tinggal di beberapa titik saja.

“Pompa on semua. Saat ini sudah surut, bahkan di titik lain sudah mulai kering. Yang masih tergenang hanya di depan Padi Raya dan depan Polsek Genuk. Banjir terjadi mulai malam Sabtu lalu,” katanya, Kamis (5/10).

Menurut Sumardjo, saat ini banjir di wilayah tersebut telah ditangani oleh tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Karena intensitas air hujan cukup banyak.

“Banjir kali ini berasal dari Kali Tenggang. Ada luapan air kemudian berbalik, dulunya menggenang di sekitar rel kereta api Kaligawe, sekarang beralih posisi ke saluran sekitar Padi Raya dan depan Polsek Genuk. Jadi, banjir ini berasal dari Kali Tenggang mengalir di Jalan Kaligawe,” katanya.

Penanganan yang dilakukan oleh BBWS saat ini dengan cara dibuatkan dam di sekitar Sultan Agung.

“Ditutup dan dipompa. Sehingga air dari Kali Tenggang tidak mengalir ke sepanjang Jalan Kaligawe. Ini sifatnya penanganan sementara. Lalu lintas sudah mulai lancar. Memang agak tersendat, karena berjalan merambat, tapi tidak macet. Cuma merambat dan tersendat,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.