Puluhan Siswa SMP Ikuti Lomba Bercerita Bahasa Jawa

METROSEMARANG.COM – Guna meningkatkan minat generasi muda terhadap penggunaan bahasa Jawa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang gelar lomba bercerita dengan bahasa Jawa, Kamis (5/10). Diikuti oleh sebanyak 46 peserta dari sekolah-sekolah SMP Negeri maupun Swasta di Kota Semarang, mereka menceritakan tentang cerita rakyat yang ada di Jawa Tengah.

Lomba telling stories bahasa Jawa, Kamis (5/10). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Materi ceritanya kita tentukan ada tiga, Timun Emas, Bawang Merah dan Bawang Putih, dan satunya lagi Legenda Rawa Pening, jadi mereka bebas memilih mau menceritakan yang mana,” ujar Kasi Sejarah dan Cagar Budaya Disbudpar Kota Semarang, Siky Handini Wedariwati.

Siky juga mengatakan, kegiatan tersebut juga merupakan sebagai pelestarian budaya dalam hal ini budaya berbahasa Jawa. Pasalnya, lanjut Siky, banyak generasi muda saat ini yang enggan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian mereka.

“Anak-anak jaman sekarang itu dalam berbahasa kan lebih ke bahasa yang kekinian, jadi tu sudah mulai luntur yang menggunakan bahasa jawa,” imbuhnya.

Selain lomba bercerita dalam Bahasa Jawa, satu hari sebelumnya juga telah diselenggarakan lomba macapat tingkat SMP se-Kota Semarang.

“Memang ini kali pertamanya lomba ini diselenggarakan, dan untuk kesempatan pertama ini kami adakan setingkat SMP, dan antusiasmenya bagus. Dari pihak-pihak sekolah juga menyambut baik, namun ini juga bertepatan dengan tes tengah semester jadinya ada beberapa yang tidak ikut serta,” beber Siky.

Ke depan, Siky berharap bisa menyelenggarakan kegiatan serupa dengan melibatkan 3 tingkat sekolah yakni SD, SMP, dan SMA. Tak hanya itu, materi bahan ceritanya pun kedepan juga akan lebih bervariativ.

Untuk para pemenang, nantinya akan diberdayakan dan bisa ditampilkan dalam kegiatan-kegiatan budaya yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang.

Sementara salah seorang peserta, Adelia Ayu Salsabila mengaku senang bisa mengikuti lomba ini. Siswi kelas IX SMP 7 Semarang ini mengaku hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri.

“Sebelumnya tu sebenere sudah latihan tapi ternyata temanya ditentuin dan baru tahu seminggu sebelumnya jadi ya alhamdulillah. Kegiatan ini juga sangat kompetitif soalnya pesertanya juga bagus-bagus,” ujarnya.

Adelia bercerita tentang “Dumadining Rawa Pening” atau legenda terjadinya Rawa Pening. Gerak-geriknya tampak luwes tatkala menceritakan legenda terbentuknya rawa di Ambarawa tersebut.

“Jadi dalam cerita tersebut juga ada pesan moralnya yaitu kita jangan mudah meremehkan orang lain, selain itu juga mengajak kita untuk semangat berbagi,” pungkas Adelia. (fen)

You might also like

Comments are closed.