7 Kandidat Bersaing Jadi Calon Rektor Unnes

image

SEMARANG – Proses penjaringan ulang bakal calon Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) sudah berakhir pada Rabu (3/9). Dari delapan pendaftar yang masuk hingga batas akhir tahap penjaringan, satu orang dinyatakan gugur. Dengan demikian, pada penetapan bakal calon, 9 September mendatang, hanya menyisakan tujuh kandidat.

Pada Kamis (4/9) salah satu pendaftar, yakni Prof Wiyanto tidak melengkapi berkas yang dikembalikan ke panitia pemilihan. Sedangkan ketujuh pendaftar yang tersisa adalah Dr Achmad Rifai dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr Edi Cahyono dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prof Fathur Rokhman dari Fakultas Bahasa dan Sastra, Dr Martitah dari Fakultas Hukum, Prof Masrukhi dari Fakultas Ilmu Sosial, Prof Soesanto dari Fakultas Teknik, dan Dr Suwito Eko Pramono dari Fakultas Ilmu Sosial.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unnes, Hendi Pratama mengatakan, proses pemilihan kali ini berbeda dari sebelumnya, di mana tidak melibatkan senat dalam pelaksanaan pemilihan. “Aturan yang digunakan berbeda,” katanya.

Jika sebelumnya menggunakan Peraturan Senat Unnes Nomor 3 Tahun 2014, maka kali ini menggunakan Peraturan Rektor 25 Tahun 2014. Di dalamnya memuat pelaksana pemilihan bukan Badan Pekerja Senat seperti sebelumnya, melainkan Panitia Pemilihan Rektor Unnes periode 2014-2018.

Terbitnya aturan baru tersebut, kata dia, otomatis menggugurkan aturan sebelumnya. “Panitia Pemilihan ini terdiri dari perwakilan dosen setiap fakultas,” lanjutnya.

Setelah penetapan bakal calon rektor, selanjutnya akan digelar pemaparan visi-misi bakal calon rektor, sekaligus pemilihan calon rektor pada 11 September. Tiga calon rektor yang terpilih akan diajukan ke Kementerian Pendidikan beserta visi-misi dan daftar riwayat hidupnya pada 16 September. Sedangkan kementerian akan memberikan suara pada pemilihan rektor tanggal 2 Oktober. (MS-06)

You might also like

Comments are closed.