73.000 Pelajar Ikuti Penyuluhan Penyalahgunaan Obat-Obatan

METROSEMARANG – Sebanyak 73.000 pelajar tingkat Sekolah Menangah Atas (SMA) di Jawa Tengah mendapatkan edukasi dan penyuluhan mengenai penggunaan obat-obatan. Kegiatan itu dilakukan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah.

antinarkoba
Wali Kota Hendi memberikan sambutan di penyuluhan penyalahgunaan obat-obatan di SMA Negeri 3 Semarang, Senin (29/4). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

IAI juga mengajak sebanyak 3.118 apoteker untuk memberikan penyuluhan tersebut. Sehingga aksi sosialisasi dan penyuluhan dengan jumlah peserta dan apoteker itu akhirnya tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sekertaris Pengurus Daerah IAI Jawa Tengah, Rosyid Sujono mengatakan, edukasi dan penyuluhan itu dilakukan serentak di 600 sekolah SMA di Jawa Tengah. ‘’Kami mulai serentak hari ini sejak pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB,” kata dia, Senin (30/4).

Dia menambahkan, kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian apoteker kepada negara. Dipilihnya pelajar sebagai sasaran edukasi dan penyuluhan karena banyak penyalahgunaan obat terjadi di kalangan pelajar.

‘’Sehingga kami menggelar kegiatan ini untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan,’’ ujarnya. Di Kota Semarang kegiatan edukasi dan penyuluhan itu dilakukan di SMA Negri 3 Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyempatkan hadir dalam acara tersebut.

‘’Kegiatan ini sangat bagus, saya sangat mengapresiasi para apoteker yang mendharmabhaktikan ilmunya untuk pencerahan kepada generasi muda, khususnya terkait penggunaan obat-obatan,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi menjelaskan, dalam kegiatan ini para apoteker memberikan pemahaman tentang obat. Seperti apa obat itu, apa kandungan yang ada di dalamnya serta bagaimana jika obat-obatan itu disalahgunakan. ‘’Ini sangat penting, karena tidak bisa dipungkiri di sekitar kita masih ada sekelompok anak muda yang menggunakan obat tidak senmestinya. Hal itu yang membuat mereka teler, tidak punya semangat dan masa depan suram,’’ terangnya.

Padahal obat-obatan yang dikonsumsi itu, lanjutnya, jika digunakan sebagaimana mestinya dan sesuai dosis aturan pakai, akan memberikan manfaat kepada penggunanya. “Misalnya CTM (chlorfeniramin maleat), itu kan obat alergi. Kalau minumnya satu butir maka bisa sembuh. Tapi akan jadi persoalan jika diminum lima butir, pasti akan membahayakan,” tegasnya.

Hari ini lanjut Hendi, kawan-kawan apoteker memberikan pemahaman terkait itu kepada ribuan siswa se Jawa Tengah. Tentunya, hal ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa agar lebih jeli, waspada jika ditawari obat-obatan tersebut. (duh)

You might also like

Comments are closed.